Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Menanam 1 Triliun Pohon Belum Jadi Solusi Perubahan Iklim

Selasa 09 Jul 2019 06:27 WIB

Rep: Fuji E. Permana/ Red: Christiyaningsih

Menanam pohon (ilustrasi)

Menanam pohon (ilustrasi)

Foto: Adaro
Upaya tanam 1 triliun pohon hanya sebagian kecil saja dari sesuatu yang sangat besar

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Sebuah laporan baru mengklaim cara paling efektif melawan perubahan iklim dengan melakukan gerakan global menanam satu triliun pohon. Namun seorang pakar dari Kanada, James Meadowcroft mengatakan upaya tersebut hanya sebagian kecil saja dari sesuatu yang sangat besar.

Berdasarkan laporan yang dirilis pada pekan lalu, di bumi ditemukan ruang yang cukup untuk menanam pohon di area seluas satu miliar hektare. Itu area yang luasnya hampir seukuran Amerika Serikat.

Artinya di area seluas itu lebih dari 500 miliar pohon dapat ditanam. Sehingga bisa menciptakan penyimpanan untuk 200 gigaton karbon setelah pohon-pohon tersebut tumbuh dewasa. Jumlah karbon tersebut sekitar lima kali lebih banyak dari karbon yang dihasilkan dari seluruh planet bumi pada tahun lalu.

Meadowcroft seorang profesor dari Universitas Carleton mengatakan upaya menanam satu triliun pohon tersebut mungkin bisa menjadi solusi terbaik. Tetapi itu bukan solusi yang sempurna.

"Menanam satu triliun pohon itu bukan peluru ajaib. Jika kita tidak berhenti mengeluarkan gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil, kita tidak akan bisa melarikan diri dari perubahan iklim," kata Meadowcroft dilansir CTV News, Selasa (9/7).

Dia mengakui bahwa menanam banyak pohon akan membantu mengurangi efek gas rumah kaca. Tapi jangan mengesampingkan akan bertambah banyaknya lahan untuk produksi pangan seiring bertambahnya populasi dunia.

Menurutnya, biofuel yang sudah lama diharapkan bisa menjadi pengganti bahan bakar fosil juga membutuhkan lahan yang luas untuk memproduksinya. "Mungkin ada banyak hal yang ingin orang lakukan dengan lahan itu selain mendedikasikan tanah itu untuk ditanami pohon," ujarnya.

Meadowcroft mengatakan orang-orang seharusnya tidak merasa berkecil hati untuk menanam pohon sendiri. Tetapi dia dan para peneliti lainnya ingin melihat tindakan pada skala yang jauh lebih besar. Sebab menurutnya upaya melawan perubahan iklim tidak bisa dilakukan oleh masing-masing individu. Melainkan harus ada upaya dari pemerintah dan kota-kota besar.

"Orang-orang yang ingin membuat dampak yang lebih besar terhadap lingkungan harus mempertimbangkan menggunakan kendaraan listrik, mengurangi perjalanan udara, dan menuntut tindakan politik untuk melawan perubahan iklim," kata Meadowcroft.

Pohon-pohon saat ini mengambil sekitar 3,4 miliar hektar lahan secara global. Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Brasil, dan China dianggap sebagai negara dengan ruang terbanyak untuk menambah pohon-pohon baru.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA