Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Sisi Buruk Medsos Menurut Nadiem Makarim

Kamis 04 Jul 2019 16:47 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

CEE Go-Jek Nadiem Makarim

CEE Go-Jek Nadiem Makarim

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Nadiem Makarim sebut media sosial mengubah pola pikir dan punya sisi baik dan buruk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Gojek, nadiem makarim mengatakan media sosial atau medsos secara fundamental mengubah pola pikir manusia saat ini. Baik itu dilihat dari sisi positif atau sebaliknya.

"Aplikasi mengubah struktur pada budaya kita sebenarnya bukan aplikasi beli barang tetapi media sosial yang secara fundamental mengubah pola pikir manusia," kata Nadiem saat berbicara di Seminar Nasional Kebangsaan "Kebudayaan Indonesia Dalam dimensi Kekinian dan Perpsektif Masa Depan" di Jakarta, Kamis (4/7).

Dia mengatakan media sosial memang mempunyai sisi baik dan sisi buruk. Hal itu bisa menjadi buruk ketika orang menggunakan media sosial cenderung untuk mencari dan memperkuat identitas politiknya, padahal medsos bisa menjadi jembatan informasi dirinya dengan dunia luar.

Dengan sekali klik orang bisa menemukan kelompok-kelompok yang sesuai dengan kepercayaannya. Misalnya seseorang percaya bahwa bumi itu datar, maka dengan media sosial dia bisa mencari ribuan grup yang menyebutkan bumi itu datar.

Hal itu menyebabkan orang tersebut berada dalam ruang gema echo chamber dari informasi-infromasi yang hanya ingin dia ketahui.

"Hal itu juga dapat menciptakan identitas politik yang bahkan belum terlihat. Orang-orang akan terus mengelompok dan mempunyai kepercayaan yang mungkin tidak sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika," kata dia.

Identitas suatu negara bisa menjadi pecah akibat kepercayaan-kepercayaan yang terkotak-kotak karena media sosal. "Akhirnya media sosial malah mengecilkan kita bukan menyatukan kita," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA