Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Pria Ini Miliki DNA Penduduk Asli Amerika Tertua

Sabtu 11 Mei 2019 12:10 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

DNA (ilustrasi)

DNA (ilustrasi)

DNA milik Crawford diketahui berasal dari leluhurnya sekitar 17 rbu tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, HELENA — Seorang pria asli Amerika bernama Darrell Crawford yang menetap di Montana, negara bagian Amerika Serikat (AS) dilaporkan memiliki dna asli tertua di negara itu. Hal itu diketahui setelah uji coba terhadap DNA milknya dilakukan.

Dalam penelitian tersebut, DNA milik Crawford diketahui berasal dari leluhurnya yang sudah berada di Amerika sekitar 17 ribu tahun yang lalu. Genetika Research Institute (CRI) perusahaan melacak nenek moyang Crawford kembali meneliti 55 generasi dengan akurasi 99 persen. Ini merupakan sebuah prestasi yang langka, mengingat sulitnya melacak bagaimana sebuah pohon keluarga keturunan yang rumit.

Penelitian ini juga mengungkapkan asal muasal leluhur Blackfeet Crawford. Menurut DNA yang telah diteliti, nenek moyang pria tersebut berasal dari Kepulauan Pasifik. Menurut analisis awal, mereka kemudian melakukan perjalanan ke wilayah pantai Amerika Selatan dan ke utara.

Selain itu, CRI Genetics melihat DNA mitokondria Crawford (mtDNA), materi genetik yang diturunkan melalui ibu. Sebuah analisis menunjukkan bahwa Crawford adalah bagian dari grup haplotype B2 mtDNA, yang berasal dari Arizona sekitar 17.000 tahun yang lalu.

Grup ini adalah salah satu dari empat kelompok penduduk asli amerika di Amerika Utara. Kelompok-kelompok ini ditelusuri kembali mengacu kepada empat leluhur perempuan: Ai, Ina, Chie dan Sachi.

Crawford nampaknya merupakan keturunan Ina. Saat ini, garis penduduk asli Amerika tersebut hanya dapat ditemukan dengan kemungkinan paling besar di wilayah pantai timur Amerika Utara.

Secara keseluruhan, 83 persen dari DNA Crawford cocok dengan penduduk asli Amerika. Sisanya menunjukkan warisannya yang beragam, yaitu sekitar 10 persen Eropa, 5 persen Asia Timur, 2 persen Asia Selatan, dan kurang dari 1 persen Afrika.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA