Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Pernah Memberi Jempol untuk Postingan Sendiri?

Selasa 26 Feb 2019 09:20 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi like atau love di media sosial.

Ilustrasi like atau love di media sosial.

Foto: Meetingnet
Sejumlah aturan tak tertulis, termasuk soal memberi jempol, berlaku di dunia maya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Canggihnya teknologi semakin memudahkan banyak orang untuk selalu terhubung. Konsekuensinya, ada berbagai etiket komunikasi baru yang bermunculan. Akan tetapi, belum banyak orang memahami aturan baru komunikasi digital yang memang tidak tertulis itu.

Profesor komunikasi di Virginia Tech, James Ivory, menilai aturan-aturan tersebut sebagai manifestasi baru dari fenomena digital. Budaya internet telah melahirkan manusia-manusia yang bergantung pada teknologi beserta serangkaian ritual korespondensi unik.

 

Etiket dalam komunikasi digital berhubungan dengan panggilan telepon, pengiriman pesan, dan penulisan surel. Berubahnya format obrolan turut memengaruhi transformasi perilaku sosial, apalagi elemen nonverbal hilang karena orang-orang tidak berbicara tatap muka.

 

"Ada potensi bahaya yang cukup besar. Apa yang dianggap sopan dalam satu bentuk komunikasi, mungkin saja dianggap tidak pantas atau kasar dalam bentuk lain," ujar Ivory, seperti dikutip dari laman USA Today, Senin (25/2).

 

Ratusan, bahkan ribuan orang, telah berbagi di media sosial mengenai aturan tidak tertulis itu. Sebagian mengekspresikan kekesalan terhadap pengguna gawai lain yang tidak mengerti tentang kultur yang sudah selayaknya diketahui semua pengguna media digital.

 

Di media sosial, jika ada yang mengomentari foto dan video yang Anda posting, hal tersopan adalah membalasnya. Namun, jangan meminta orang lain menyukai, berkomentar, atau membagikan apapun yang kita unggah.

 

Tidak disarankan pula memberi jempol di postingan sendiri. Orang bisa melihat itu dan kita akan terlihat aneh kala memberi like terhadap apapun yang telah kita unggah. 

 

Menurut para pengguna Twitter, melakukan panggilan video seperti FaceTime sembarang waktu bukanlah hal yang sopan dan bisa diterima. Ketika Anda ingin melakukan panggilan video, coba tanyakan terlebih dahulu kesediaan lawan bicara lewat pesan atau panggilan telepon.

 

Hal lain yang dianggap kurang pantas adalah mengirim pesan dengan kata yang sangat singkat seperti "Y", "OK", atau "LOL". Pembunuh percakapan yang ampuh itu hanya boleh digunakan saat tidak ingin melanjutkan obrolan dengan lawan bicara.

 

Jika seseorang berkomunikasi mengbgunakan kanal tertentu, misalnya surel, balaslah di kanal yang sama. Tidak merespons selama berjam-jam tanpa alasan termasuk hal yang kurang sopan. Apalagi, jika kita tidak membalas pesan, tetapi masih sempat memposting di Snapchat.

 

Hal lain yang aman untuk dilakukan adalah mengucapkan selamat ulang tahun atau selamat hari raya melalui pesan teks. Di era sekarang, menelepon untuk ucapan itu kurang lazim, kecuali kepada lingkaran orang terdekat. Mengirimkan pesan suara juga kurang dianjurkan.

 

Ketika seseorang menanyakan sejumlah pertanyaan lewat pesan teks, jawablah semuanya dan jangan hanya sebagian. Selain itu, kabar buruk tidak seharusnya dikirimkan via pesan teks maupun pesan pribadi. Sampaikan hal itu lewat panggilan telepon.

 

Sementara, aturan di grup perpesanan adalah menghindari berbincang pribadi dengan satu orang saja. Sering mengirim foto atau gambar kutipan di grup juga cukup mengganggu. Jika tidak ada yang merespons apa yang Anda kirim atau tuliskan, tidak perlu marah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA