Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Ketatnya Persaingan Ponsel Sub-Brand

Jumat 01 Feb 2019 04:44 WIB

Red: Agung Sasongko

Ponsel Pintar

Ponsel Pintar

Foto: ROL/Fian Firatmaja
Merk baru sengaja dibuat sama sekali berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren sub-brand dari berbagai merk ponsel dunia ikut terasa di Indonesia sejak tahun lalu.  Berbagai produsen ponsel membuat merk untuk memisahkan segmen pasar, untuk kelas menengah ke bawah dan untuk produk-produk menengah ke atas.

Sub-brand dari berbagai merk ponsel sudah masuk ke Indonesia sejak tahun lalu, antara lain Honor dari Huawei, Realme dari Oppo dan Pocophone dari Xiaomi.
Terbaru, Xiaomi kembali membuat sub-brand baru untuk Redmi, namun, model terbaru di bawah bendera tersebut belum diluncurkan di Indonesia.

Analis pasar dari IDC Indonesia, Rizky Febrian, saat ditemui di Jakarta, Kamis (31/1), berpendapat vendor yang memiliki sub-brand tersebut ingin masuk ke segmen pasar tertentu tanpa perlu membawa citra dari merk induk.

"Ingin mengubah image secara total dan ingin menciptakan sesuatu yang berbeda," kata Rizky.

Merk baru sengaja dibuat sama sekali berbeda agar produk-produknya dapat keluar dari citra merk induk, seperti yang terjadi dengan Realme yang menargetkan segmen menengah ke bawah dan Oppo untuk ponsel kelas menengah hingga premium.

Strategi ini, jika melihat kondisi di pasar, memiliki kemungkinan untuk mematikan merk induk jika produk-produk yang dihadirkan bersinggungan, bisa dari harga atau segmen kelas yang ditargetkan.

Namun, ketika disinggung apakah fenomena sub-brand kelas low end seperti ini dapat mematikan vendor lokal, Rizky tidak berpendapat demikian.

Menurut dia, vendor lokal yang memiliki sumber daya besar, seperti Advan dan Evercoss, tidak akan langsung keluar dari pasar meski pun persaingan di segmen ponsel murah semakin ketat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA