Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Cina Nyatakan Modifikasi Genetik Bayi Ilegal

Selasa 22 Jan 2019 13:45 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Peneliti He Jiankui dari Shenzhen, Cina saat berbicara dalam Human Genome Editing Conference di Hong Kong, Rabu (28/11). Dia mengklaim telah merekayasa gen bayi kembar perempuan, hal yang pertama di dunia.

Peneliti He Jiankui dari Shenzhen, Cina saat berbicara dalam Human Genome Editing Conference di Hong Kong, Rabu (28/11). Dia mengklaim telah merekayasa gen bayi kembar perempuan, hal yang pertama di dunia.

Foto: AP Photo/Kin Cheung
Pertanyaan muncul mengenai keaslian dokumen persetujuan etis He.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Otoritas di Cina mengatakan percobaan kelahiran pertama di dunia dengan gen bayi yang dimodifikasi melanggar hukum negara. Pada November, ilmuwan Cina He Jiankui memicu kemarahan internasional ketika ia mengumumkan Twin Girls, Lulu dan Nana telah lahir dengan DNA yang dimodifikasi untuk membuat mereka tahan terhadap HIV.

Ia kemudian mengungkapkan ada kehamilan kedua sebagai hasil dari penelitian. Pada saat itu, Komisi Nasional Kesehatan Cina segera meminta Komisi Kesehatan Provinsi Guangdong untuk serius menyelidiki, dan memverifikasi atas klaim yang dibuat oleh ilmuwan.

Pada Senin (21/1), penyelidik dari Komisi Kesehatan Provinsi Guangdong mengatakan awalnya kasus diidentifikasi secara eksplisit dilarang negara. Xinhua melaporkan, embrio manusia diedit untuk tujuan reproduksi yang dilakukan oleh He Jiankui.

Komisi menambahkan ilmuwan He melakukan pekerjaan demi mengejar ketenaran dan kekayaan pribadi. Dia dengan dana yang dikumpulkan sendiri sengaja menghindari pengawasan dan perekrutan pribadi personel terkait.

photo
Layar menunjukkan informasi mengenai data genom saat peneliti Cina He Jiankui berbicara dalam Human Genome Editing Conference di Hong Kong, November 2018. He mengklaim telah menciptakan bayi rekayasa genetik yang resisten virus HIV.

Prosedur diselidiki

Pihak berwenang juga percaya He memalsukan dokumen tinjauan etis dan tes darah untuk menghindari larangan reproduksi yang dibantu untuk pasien positif-HIV. Pertanyaan muncul mengenai keaslian dokumen persetujuan etis He, setelah bayi-bayi itu terungkap ketika salah satu rumah sakit yang disebutkan dalam dokumen membantah keterlibatan dalam prosedur.

"Kami dapat memastikan penelitian itu tidak dilakukan di rumah sakit kami dan juga bayi-bayi itu tidak dilahirkan di sini," kata seorang perwakilan Rumah Sakit Shenzhen Harmonicare Women and Children pada November. Rumah sakit mengonfirmasi dua dokter yang disebutkan dalam dokumen He bekerja di rumah sakit, dan menyarankan penyelidikan internal sedang dilakukan.

Mengubah gen embrio dimaksudkan untuk kehamilan dilarang di banyak negara, termasuk Amerika Serikat. Di Inggris, merekayasa embrio dapat diizinkan untuk tujuan penelitian dengan persetujuan pengaturan yang ketat.

Tidak diketahui apakah prosedur ini aman atau jika digunakan dalam kehamilan dapat memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan untuk bayi di kemudian hari atau untuk generasi mendatang. Cina telah banyak berinvestasi dalam teknologi pengeditan gen, dengan pemerintah membiayai penelitian.

Cina menggunakan alat pertama pengeditan gen CRISPR-Cas9 pada manusia di 2016. Penggunaan teknologi pengeditan gen yang dilaporkan pertama kali untuk memodifikasi embrio manusia yang tidak dapat hidup pada 2015.

Baca juga: 100 Ilmuwan Cina Anggap Bayi Rekayasa Genetik Hal Gila

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA