Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

NASA dan Cina Berkolaborasi Eksplorasi Bulan

Ahad 20 Jan 2019 21:03 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nidia Zuraya

Rover Yutu-2 milik Cina yang mendarat di bulan, 11 Januari 2019.

Rover Yutu-2 milik Cina yang mendarat di bulan, 11 Januari 2019.

Foto: China National Space Administration/Xinhua News Agency via AP
Kongres AS melarang NASA menggunakan anggaran federal untuk kerja sama dengan Cina

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Cina berkoordinasi dalam upaya mengeksplorasi bulan. Administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains NASA, Thomas Zurbuchen, menulis kicauan di Twitter bahwa keduanya juga sudah berdiskusi untuk kemungkinan mengamati tanda pendaratan Chang'e 4 milik Cina menggunakan instrumen pesawat ruang angkasa bulan milik NASA.

Cuitan Zurbuchen tersebut mengkonfirmaai pernyataan serupa yang dibuat oleh Wakil Kepala Program Eksplorasi Bulan Pemerintah Cina, Wu Yanhua pekan lalu.

"NASA berbagi informasi dari satelit Amerika Serikat sementara Cina memberi tahu mereka tentang garis lintang, garis bujur, dan waktu pendaratan," kata Wu, seperti yang dilansir dari Malay Mail, Ahad (20/1).

Harapannya adalah pesawat robot ruang angkasa NASA yang saat ini mengorbit Bulan, Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), dapat mengamati pendaratan bersejarah pesawat luar angkasa Cina pada 3 Januari. NASA menyediakan jalur orbit LRO yang direncanakan ke Cina. Tetapi ternyata pesawat ruang angkasa itu tidak berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.

Dalam sebuah pernyataan, untuk beberapa alasan NASA tidak mendapat fase orbit LRO berasa di lokasi yang optimal selama pendaratan. Namun NASA masih tertarik mendeteksi sesuatu setelah pendaratan.

"Ilmu pengetahuan menjelaskan bagaimana debu Bulan berterbangan ke atas selama pendaratan pesawat ruang angkasa dapat menginformasikan misi masa depan dan bagaimana mereka tiba di permukaan Bulan," ujar NASA.

Pengamatan semacam itu dapat membantu para astronot mempersiapkan misi ke Bulan di masa depan.

Pengorbit bulan NASA akan melewati situs pendaratan Chang'e 4 pada 31 Januari dan akan mengambil gambar. Badan tersebut mengatakan temuan signifikan yang dihasilkan dari kerja sama itu akan dibagikan dengan komunitas riset global pada Februari di pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai ruang angkasa di Austria.

Sejak 2011 Kongres AS melarang NASA atau Gedung Putih menggunakan dana federal untuk mengembangkan, merancang, merencanakan, mengumumkan, mengimplementasikan, melaksanakan kebijakan, program, pesanan, atau kontrak bilateral apapun untuk berkolaborasi atau berkoordinasi secara bilateral dengan cara apapun dengan Cina atau perusahaan milik Cina.

Pengecualian dimungkinkan. Tetapi NASA harus meyakinkan Kongres bahwa kegiatan itu tidak akan berisiko mengakibatkan transfer teknologi, data, atau informasi lainnya dengan keamanan nasional atau implikasi keamanan ekonomi ke Cina atau perusahaan milik Cina.

Klausul itu dimasukkan dalam tagihan pengeluaran AS setelah gelombang serangan cyber yang ditelusuri ke sumber-sumber di Cina. NASA mengatakan pada Jumat lalu bahwa semua data NASA yang terkait dengan kegiatan ini tersedia untuk umum. Selanjutnya, mereka mengungkapkan kerja sama NASA dengan Cina transparan, timbal balik, dan saling menguntungkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA