Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Cina Ternak Kecoa Atasi Sampah

Sabtu 15 Dec 2018 22:26 WIB

Rep: MGROL116/ Red: Ani Nursalikah

Seorang karyawan menunjukkan kecoa di sebuah peternakan yang dikelola perusahaan farmasi Gooddoctor di Sichuan, Cina.

Seorang karyawan menunjukkan kecoa di sebuah peternakan yang dikelola perusahaan farmasi Gooddoctor di Sichuan, Cina.

Foto: REUTERS/Thomas Suen
Selain bermanfaat mengurangi sampah, kecoa juga digunakan sebagai obat.

REPUBLIKA.CO.ID, JINAN -- Di Cina ada sebuah peternakan yang berisi jutaan kecoa di tumpukan papan kayu. Kecoa itu melahap puluhan ton sisa makanan hasil pembuangan limbah perkotaan.

Peternakan tersebut diatur agar udara tetap hangat dan lembap demi menjaga kesehatan dan nafsu makan kecoa. Kota-kota Cina menghasilkan lebih banyak limbah makanan daripada limbah lainnya di tempat pembuangan sampah. 

Kecoa bisa menjadi solusi untuk menghabiskan tumpukan sisa makanan dan menjadi makanan bergizi untuk ternak. Beberapa orang mengatakan kecoa bisa digunakan sebagai obat untuk penyakit perut dan perawatan kecantikan.

Di pinggiran Jinan, ibu kota provinsi Shandong timur, satu miliar kecoa diberi 50 ton sampah dapur dalam sehari. Sampah tiba sebelum fajar di peternakan yang dijalankan oleh Shandong Qiaobin Agricultural Technology Co. Limbah sampah dapur tersebut disalurkan melalui pipa ke area kecoa.

Shandong Qiaobin berencana mendirikan tiga lagi peternakan seperti itu tahun depan. Tujuannya memproses sepertiga dari limbah dapur yang diproduksi oleh sekitar tujuh juta orang di Jinan.

Larangan nasional menggunakan limbah makanan sebagai pakan babi karena demam flu babi Afrika juga memacu pertumbuhan industri kecoa. "Kecoa adalah jalur bio-teknologi untuk mengubah dan memproses limbah dapur," kata Presiden Asosiasi Industri Serangga Shandong, Liu Yusheng.

Kecoa juga merupakan sumber protein yang baik untuk babi dan ternak lainnya. "Ini seperti mengubah sampah menjadi sumber daya," kata Ketua Shandong Qiaobin, Li Hongyi.

Di sebuah desa terpencil di Sichuan, Li Bingcai (47 tahun) memiliki gagasan serupa. Li, sebelumnya adalah vendor ponsel, telah menginvestasikan satu juta yuan untuk kecoa. Kecoa miliknya dia jual ke peternakan babi dan perikanan sebagai pakan dan kepada perusahaan obat sebagai bahan obat.

Peternakannya sekarang memiliki 3,4 juta kecoa. "Orang-orang mengira aneh saya melakukan bisnis semacam ini," kata Li.

Dia mengatakan bisnis itu memiliki nilai ekonomi yang besar, dan tujuannya adalah memimpin penduduk desa lainnya menuju kemakmuran jika mereka mengikuti Li. Desanya memiliki dua peternakan. Tujuan Li adalah menciptakan 20 peternakan.

Di tempat lain di Sichuan, sebuah perusahaan bernama Gooddoctor membesarkan enam miliar kecoa. "Sari kecoa baik untuk menyembuhkan sariawan dan peptikum, luka kulit dan bahkan kanker perut," kata Manajer Fasilitas Kecoa Gooddoctor, Wen Jianguo.

Peneliti juga menggunakan ekstrak kecoa dalam masker kecantikan, pil diet dan bahkan perawatan rambut rontok. Di Gooddoctor, ketika kecoa mencapai akhir masa hidup mereka sekitar usia enam bulan, mereka dihancurkan oleh uap, dicuci dan dikeringkan, sebelum dikirim ke tangki ekstraksi nutrisi besar.

Ditanya mengenai kemungkinan kecoa yang melarikan diri, Wen mengatakan itu akan jadi bencana tetapi dia telah mengambil tindakan pencegahan. "Kami memiliki parit yang diisi dengan air dan ikan," katanya.

Jika kecoa melarikan diri, kecoa tersebut akan jatuh ke parit dan ikan akan memakan semuanya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA