Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

100 Ilmuwan Cina Anggap Bayi Rekayasa Genetik Hal Gila

Kamis 29 Nov 2018 13:31 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Ani Nursalikah

Cawan berisi embrio yang telah diinjeksi dengan protein Cas9 dan PCSK9 sgRNA di laboratorium di Shenzhe, Guangdon, Cina, 9 Oktober 2018.

Cawan berisi embrio yang telah diinjeksi dengan protein Cas9 dan PCSK9 sgRNA di laboratorium di Shenzhe, Guangdon, Cina, 9 Oktober 2018.

Foto: AP/Mark Schiefelbein
Pemerintah Cina sedang menyelidiki tindakan rekayasa genetik tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Lebih dari 100 ilmuwan, sebagian besar dari mereka di Cina, menganggap rekayasa genetik bayi yang dilakukan seorang ilmuwan di sana gila. Hal itu juga dinilai tidak etis karena mengubah gen bayi kembar.

Dalam sebuah surat terbuka yang beredar, para ilmuwan mengatakan penggunaan teknologi CRISPR-Cas9 untuk mengedit gen embrio manusia itu berisiko. Tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan membahayakan reputasi serta perkembangan komunitas biomedis di Cina.

"Tinjauan etika biomedis untuk penelitian yang disebut hanya ada dalam nama saja. Melakukan eksperimen manusia langsung hanya dapat digambarkan sebagai tindakan gila," kata para ilmuwan dalam surat mereka, salinan yang diposting oleh situs berita Cina, The Paper.

Ilmuwan menyebut masih mungkin untuk menutup eksperimen ini sebelum terlambat. Sekitar 120 ilmuwan telah menulis surat itu dalam bahasa Mandarin.

Seorang profesor Universitas Fudan, Yang Zhengang, mengatakan kepada Reuters ia menandatangani surat itu dengan alasan penyuntingan gen memang sangat berbahaya. Namun, dia tidak menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar. Universitas Sains dan Teknologi Selatan, dimana ia memegang jabatan profesor, menyatakan sang profesor tidak mengetahui proyek penelitian dan telah cuti tanpa bayaran sejak Februari.

Komisi Kesehatan Nasional Cina menyatakan keprihatiannnya dan telah memerintahkan para pejabat kesehatan provinsi segera menyelidiki dan mengklarifikasi tindakan rekayasa genetik itu. Komite etika medis pemerintah di kota Shenzhen, di Cina selatan juga mengatakan sedang menyelidiki kasus ini. Demikian juga dengan komisi kesehatan provinsi Guangdong.

Sebelumnya dalam video yang diposting secara daring, ilmuwan He Jiankui membela apa yang telah dicapainya. Dia mengatakan telah merekayasa gen embrio untuk membantu melindungi bayi yang lahir bulan ini dari infeksi hiv , virus yang menyebabkan AIDS.

CRISPR-Cas9 adalah teknologi yang memungkinkan para ilmuwan memotong dan menyisipkan DNA serta meningkatkan harapan perbaikan genetik untuk penyakit. Namun, ada juga kekhawatiran tentang keamanan dan etika atas upaya ini.

Baca Juga

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA