Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Dua Planet Ini Ternyata Makin Mirip dengan Bumi

Jumat 29 Jun 2018 23:13 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Gambaran perbandingan ukuran relatif semua planet layak huni dengan Bumi. (kiri-kanan) Kepler-22b, Kepler-69c, Kepler-62e, Kepler-62f dan Bumi (Ilustrasi)

Gambaran perbandingan ukuran relatif semua planet layak huni dengan Bumi. (kiri-kanan) Kepler-22b, Kepler-69c, Kepler-62e, Kepler-62f dan Bumi (Ilustrasi)

Foto: NASA Ames/JPL-Caltech
Kemiringan dua planet di luar tata surya diyakini membuatnya memiliki iklim stabil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua exoplanet yag masing-masing berjarak 500 tahun cahaya dan 1.200 cahaya, memiliki hampir banyak kesamaan dengan bumi , dilansir Daily Mail. Bahkan, para ahli astronomi mengungkapkan, kedua exoplanet itu menjadi semakin mirip dengan bumi dibandingkan sebelumnya.

Kepler-186f yang berjarak 500 tahun cahaya merupakan exoplanet pertama yang teridentifikasi memiliki ukuran hampir sama dengan bumi. Planet ini juga mengorbit pada satu bintang di luar sistem tata surya dan berada dalam zona yang dapat dihuni. 

Sebuah studi baru dari Institut Teknologi Georgia memaparkan petunjuk baru yang mengindikasi bahwa juga terdapat planet lainnya yang berukuran hampir sama dengan bumi. Exoplanet ini disebut juga dengan Kepler-62f yang berjarak 1.200 tahun cahaya. 

Penelitian yang dilakukan Institut Teknologi Georgia menggunakan simulasi untuk menganalisa dan mengidentifikasi dinamika putaran planet tersebut. Dinamika itu menentukan seberapa besar kemiringan planet dan perkembangannya setiap waktu. 

Kemiringan aksial berkontribusi terhadap musim dan iklim karena itu mempengaruhi bagaimana cahaya matahari menyentuh permukaan planet. Para peneliti berpendapat kemiringan aksial Kepler-186f sangat stabil, hampir seperti bumi. Sehingga membuatnya memiliki musim dan iklim yang stabil.

Tim peneliti juga berpikiran sama terhadap Kepler-62f. Mereka mengatakan ukuran kemiringan itu merupakan kunci dari sebuah kondisi planet. Ini pula yang menyebabkan Mars yang milyaran tahun lalu memiliki permukaan berair berubah menjadi padang pasir tandus.

Di sistem tata surya, Mars termasuk planet yang berada di dalam zona yang dapat dihuni. Namun, kemiringan aksialnya sangat beragam dan tidak stabil, mulai dari nol derajat sampai 60 derajat. Kemiringan yang tidak stabil itu kemungkinan berkontribusi terhadap kehancuran atmosfer Mars sehingga permukaan air menguap. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA