Kamis, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 Desember 2019

Kamis, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 Desember 2019

Router Pengaman Jaringan Buatan Yogyakarta

Sabtu 31 Mar 2018 20:47 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Winda Destiana Putri

Internet

Internet

Para peretas jahat seolah tak pernah kehabisan celah untuk menembus sistem keamanan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keamanan data tak pernah luput di tengah berkembangnya teknologi. Para peretas jahat seolah tak pernah kehabisan celah untuk menembus sistem keamanan yang telah dibangun kokoh. Peristiwa jatuhnya data pribadi pengguna Facebook di awal Maret lalu menjadi sebuah bukti bahwa keamanan data harus ditangani lebih serius.

PT Sydeco, perusahaan pengembang keamanan internet asal Yogyakarta, menganggap keamanan data sebagai peran terpenting dalam jaringan internet. "Keamanan data menjadi isu terpenting di tengah tumbuhnya teknologi internet, dan orang-orang jahat semakin memiliki kemampuan tanpa batas dalam menemukan strategi peretasan baru," ujar Presiden Direktur PT Sydeco Patrick Houyoux dalam acara peluncuran perangkat keamanan terbaru PT Sydeco di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Keberadaan peretas jahat meresahkan 'penduduk internet' dengan aksi yang banyak merugikan pengguna. PT Sydeco mencoba memboyong teknologi keamanan data berupa perangkat keras dan lunak, yakni Archangel sebagai reuter pengaman data. Teknologi tersebut diciptakan melalui serangkaian riset mendalam dengan meneliti beragam kasus pencurian dan pembobolan data yang pernah terjadi sebelumnya.

Pembuatan teknologi tersebut melibatkan tangan-tangan kreatif anak bangsa asal Yogyakarta. Patrick boleh saja berkebangsaan Belgia yang menetap di Indonesia. Namun Patrick percaya pada talenta anak Indonesia dalam mengembangkan perangkat keamanan data. Ide awal pembuatan Archangel memang lahir dari Patrick. Kemudian tim riset dan pengembangan PT Sydeco yang terdiri dari anak-anak muda Yogyakarta mengembangkan perangkat menjadi lebih mutakhir dan terdepan.

Manager Riset dan Pengembangan (R&D) PT Sydeco Rizal Hendra Wardana mengatakan, Archangel dikembangkan oleh tim yang terdiri dari lima orang. "Kami mulai melakukan pengembangan sejak Agustus tahun lalu," ujar Rizal. Archangel dan SST tidak dipatenkan dalam satu perangkat namun keduanya bisa dikombinasikan. Gabungan keduanya akan meningkatkam kemampuan dalam machine learning. Mesin pembelajar tersebut bisa menganalisa berbagai tipe serangan dan menyiapkan pertahanan, bahkan prediksi penangkal serangan untuk masa depan.

Archangel merupakan sebuah smart box yang berfungsi menyaring seluruh lalu lintas data. Router Archangel mampu mendeteksi serangan melalui jaringan, baik melalui kabel atau nirkabel. Setiap data yang diperkirakan jahat akan dicegah masuk. Archangel dilengkapi mesin pembelajar sehingga mampu mendeteksi serangan yang masuk melalui jaringan, khususnya jenis serangan yang belum pernah ada sebelumnya. Mesin akan mempelajari pola serangan dan mencegahnya masuk kembali.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA