Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Gajah Jadi Hewan Penyebar Benih tak Tergantikan

Ahad 28 Jan 2018 17:17 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Winda Destiana Putri

Gajah

Gajah

Foto: .
Tanpa gajah, jumlah benih yang bertahan setelah penyebaran turun menjadi 26 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, Hewan liar memainkan peran spesifik di ekosistem, tapi apa yang terjadi saat mereka menghilang? Dengan menggunakan kombinasi data lapangan dan model teoritis, ilmuwan menemukan bahwa tidak ada herbivora yang dapat menggantikan gajah India sebagai penyebar benih optimal dari tiga pohon hutan besar di Bengal Barat.

Dilansir dari laman The Hindu, penyebaran benih yang jauh dari pohon induk mempertahankan tingginya jumlah spesies pohon di hutan tropis. Pohon bergantung pada pemakan buah mereka untuk penyebaran benih, termasuk gajah, benih buah yang mereka konsumsi melewati usus mereka, keluar tanpa dicerna dengan kotoran, dan berkecambah saat kondisinya benar.
 
Tapi jika gajah hilang dari ekosistem, apakah herbivora lain bisa mengambil alih peran ini? Para ilmuwan di Indian Institute of Sciences dan Princeton University, Amerika Serikat, menghitung peran gajah India, dan herbivora lainnya termasuk gaur, sapi, monyet dan tupai liar dalam menyebarkan benih tiga jenis pohon-pohon apel gajah (Dillenia indica), pohon pencocokan lambat (Careya arborea) dan chaplash, pohon nangka yang endemik ke India timur laut (Artocarpus chaplasha) di Buxa Tiger Reserve, Benggala Barat.
 
Tim mengumpulkan data lapangan sebelumnya, termasuk kamera yang menjebak dan melihat pohon berbuah untuk melihat buah dan berapa banyak masing-masing herbivora makan. Kemudian menghitung benih di kotoran, dan menguji berapa banyak berkecambah.
 
Dengan menggunakan data ini dan data yang tersedia dari literatur, mereka menghitung aspek penyebaran benih seperti waktu benih yang dihabiskan dalam usus hewan, jarak benih tersebut tersebar, dan proses alami yang membunuh benih tersebar.
 
Memasukkan ini ke dalam model berbasis probabilitas, studi tim yang dipublikasikan di Conservation Biology menemukan bahwa tanpa gajah, jumlah benih yang bertahan setelah penyebaran turun menjadi antara 26 persen, dan 72 persen untuk masing-masing dari tiga jenis pohon jika hewan lain gagal mengimbangi untuk gajah.
 
Meskipun penghilangan buah kompensasi oleh hewan lain meniadakan pola ini, jarak penyebaran benih masih menurun sebesar 30 persen untuk apel gajah dan 90 persen untuk chaplash. Gajah menyebarkan benih antara 40 dan 50 kilometer, jauh lebih tinggi dari gaur (10 km) dan sapi serta kerbau (5 km).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA