Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Bakteri dari Daging Sapi Bisa Digunakan untuk Pengawet Alami

Sabtu 02 Sep 2017 23:10 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Daging sapi australia

Daging sapi australia

Foto: abc news

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Peneliti dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatra Barat Yuherman mengemukakan bakteri mikroba yang disolasi dari daging sapi baik digunakan untuk pengawet makanan alami yang aman bagi manusia. Ini bisa digunakan untuk meminimalisasi pengaruh bahaya pengawet kimia.

"Tuntutan masyarakat terhadap keamanan pangan semakin tinggi sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan makanan yang bergizi dan sehat, maka dari pentingnya pengetahuan tentang bahan pengawet alami ini," katanya di Padang, Sabtu.

Ia menjelaskan bakteri asam laktat yang berasal dari strain Lactobacillus plantarum yang diisolasi dari daging sapi lokal efektif menjadi pengawet makanan alami yang baik bagi manusia. Menurut dia, Plantaricin disebut sebagai pengawet alami karena dihasilkan oleh bakteri baik (good bacteria) yang merupakan bakteri probiotik yang masuk dalam kategori GRAS (generally recognized as safe) dan bukan hasil rekayasa sintetik (sintesa melalui bahan kimia).

Plantaricin terbukti mampu dihancurkan oleh enzim pencernaan manusia, sehingga saat dikonsumsi, plantaricin tersebut akan hancur menjadi asam amino yang dibutuhkan oleh manusia untuk membangun sel tubuh. Dengan kata lain, plantaricin aman dan tidak menghasilkan senyawa karsinogenik.

Penggunaan pengawet alami tersebut kepada masyarakat, menurut dia, sangat efisien dengan produksi masal menggunakan media lain yang setara seperti susu fermentasi.

"Saya berencana untuk produksi massal dengan media susu fermentasi, sehingga dapat membantu menghasilkan pengawet alami komersial dalam negeri yang murah dan aman," katanya.

Sebab, menurut dia makanan berpengawet kimiawi saat ini masih banyak dijumpai di pasar. Pengawet kimiawi digunakan masyarakat untuk memperpanjang masa simpan produk pangan mereka. Pengawet kimiawi tersebut diantaranya adalah boraks, formalin yang digunakan pada produk bakso, serta nitrit yang digunakan pada produk sosis.

Bahan pengawet buatan seperti boraks dan formalin, mempunyai efek samping yang berbahaya karena bersifat toksik dan karsinogenik.

"Bahan pengawet tersebut akan berakumulasi dalam tubuh memicu kanker dan bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, bahan pengawet alami yang aman bagi manusia mutlak diperlukan untuk menggantikan bahan pengawet kimiawi," katanya.

TAKE

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA