Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Sastrawan Pram Jadi Google Doodle Hari Ini

Senin 06 Feb 2017 10:07 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Google Doodle Pramoedya Ananta Toer.

Google Doodle Pramoedya Ananta Toer.

Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosok tak asing menghiasi google doodle hari ini, Senin (6/2). Wajah mendiang pengarang kenamaan Indonesia pramoedya ananta toer alias Pram menjadi penyerta logo mesin pencari di dunia maya itu.

Pada doodle, Pram digambarkan sedang menghadap sebuah mesin tik lawas. Gambar profil pria berkaca mata itu dilatarbelakangi bulatan-bulatan tuts papan ketik yang enam hurufnya merangkai kata 'Google'.

Apabila netizen mengklik gambar tersebut, mesin pencari akan mengarahkan ke laman berisi biodata sang pujangga legendaris. Ternyata, hari ini adalah peringatan milad Pram yang lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925.

Pria yang tutup usia di Jakarta, 30 April 2006 pada umur 81 tahun itu dianggap sebagai salah satu pengarang paling produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Semasa hidupnya, ia telah menghasilkan lebih dari 50 karya yang diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Beberapa karya bukunya termasuk Bumi Manusia (1980), Jejak Langkah (1985), dan Gadis Pantai (1987) diapresiasi penikmat sastra dari dalam dan luar negeri. Banyak dari tulisannya menyentuh tema interaksi antarbudaya; antara Belanda, Jawa, maupun Tionghoa.

Karena karya-karya dan keterlibatannya dalam organisasi tertentu, ia pernah ditahan selama tiga tahun pada masa kolonial dan satu tahun pada masa Orde Lama. Selama masa Orde Baru, Pram juga merasakan 14 tahun menjadi tahanan politik tanpa proses pengadilan.

Seluruh dinamika itu tak menyurutkan semangat Pram menulis maupun mengkritik arus zaman lewat karya. Atas konsistensinya, ia diganjar puluhan penghargaan termasuk Freedom to Write Award dari PEN American Center, AS pada 1988, Wertheim Award dari Belanda pada 1995, Ramon Magsaysay Award dari Filipina pada 1995, Hadiah Budaya Asia Fukuoka pada 2000, dan masih banyak lagi.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA