Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Wah, Ternyata Pelangi Ada 12 Jenis

Sabtu 19 Des 2015 11:52 WIB

Rep: MgROL55/ Red: Dwi Murdaningsih

Pelangi kabut (Fogbow) di Skotlandia.

Pelangi kabut (Fogbow) di Skotlandia.

Foto: Metro.co.uk (Picture: Richard Toulson)

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Umumnya kita hanya mengetahui hanya ada satu jenis dengan tujuh warna. Warna-warna itu jamak dikenal dengan singkatan mejikuhibiniu. Pandangan ini lahir sejak 1600-an tahun yang lalu.

Tapi tahukan Anda, baru-baru ini sebuah penemuan baru mengungkapkan ada 12 formasi pelangi yang dibedakan oleh berbagai karakteristik. Penelitian menunjukkan tetesan air hujan atau semprotan kecil dari kabut, bersama dengan sudut matahari, dapat mempengaruhi penglihatan terhadap warna pelangi.

Dilansir dari laman Dailymail, Jean Ricard, seorang ilmuwan di National Meteorologi Research Center, di Perancis, menemukan beberapa pelangi bahkan dapat muncul kembar, bahkan kembar tiga atau kembar empat dalam satu warna.

"Mereka tidak terlihat sama atau kembar karena ketika kita melihat pelangi, satu detik kemudian, tetesan air hujan merubah membentuk menjadi busur primer dan busur sekunder, karena air hujan ini jatuh," kata Ricard.

Jika dilihat dengan lebih saksama setelah beberapa menit Anda akan mulai melihat beberapa perubahan di setiap pelangi. Pembentukan pelangi pada dasarnya terjadi ketika sinar matahari berinteraksi dengan tetesan air hujan di langit. Cahaya matahari kemudian dipantulkan dan dibiaskan seperti masuk dan keluar dari hujan tersebut.

Karena panjang gelombang cahayanya berbeda, dengan warna yang berbeda, menyebabkan kecepatan menurun ketika mereka bertabrakan dengan hujan. Maka hasil warnanya berbeda pada setiap sudut sehingga membentuk warna khas pelangi.

Untuk membuktikan semua ini, Ricard dan timnya pertama harus mencari tahu ciri-ciri yang ditemukan di semua pelangi. Dan mereka menemukan ada 4 karakteristik pada setiap satu warna pelangi. Ada busur primer di bagian atas dan biru tua di bagian bawah.

Hal ini menunjukan refleksi sekunder di dalam tetesan air hujan selalu membentuk warna baru yang kembar, dengan warna sedikit redup pada warna utama dengan formasi terbalik. Ini disebut Alexander Band.

Sedikit cahaya dari cahaya hujan membuat bayangan. Dan kadang-kadang, ada busur tambahan yang disebut busur supernumerary yang dapat terjadi ketika sinar cahaya matahari menyebar melalui penguraian sinar dan pencampuran di atmosfer. Menggunakan karakteristik ini, 12 jenis pelangi ditentukan.

Berikut ini adalah 12 perbedaan jenis pelangi menurut penelitian:

RAB_1 terdiri dari ACV (All colors are visible), SAB (Strong Alexander Band) dan SUP (no Supernumerary Bows are visible).

RAB_2 terdiri dari ACV, SAB tanpa SUP

RAB_3 ACV, WAB (Weak Alexander Band yang terdiri dari violet, biru, hijau, huning, orange dan merah), SUP

RAB_4 ACV, WAB tanpa SUP

RAB_5 tanpa warna violet atau tanpa biru

RAB_6 tanpa warna hijau

RAB_7 tanpa violet dan tanpa biru

RAB_8 tanpa warna biru dan hijau

RAB_9 hanya biru dan merah

RAB_10 hanya warna kuning dan orange atau merah

RAB_11 hanya warna merah

RAB_12 lainnya

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA