Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Cina Tuding Hacker AS Retas Situs Militer

Kamis 28 Feb 2013 20:37 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: gawkerassets.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Kementerian Pertahanan Cina, Geng Yansheng, mengatakan situs kementeriannya dan situs-situs militer Cina seringkali diserang para peretas yang berasal dari Amerika Serikat.

"Berdasarkan tampilan alamat internet protokol (IP address), jaringan Kementerian Pertahanan Cina dan jaringan situs militer menerima  14,4 juta serangan per bulan pada 2012 dari peretas asing. Serangan dari AS terhitung 62,9 persen," kata Yansheng dalam situs resmi Kementerian Pertahanan Cina.

Yansheng juga menanggapi tuduhan perusahaan Mandiant yang melaporkan serangkaian serangan siber terhadap perusahaan-perusahaan di AS dari unit militer Cina.

"Hukum Cina melarang serangan peretas, segala tindakan pelanggaran keamanan Internet. Militer Cina tidak pernah mendukung tindakan peretas," sebut Yansheng.

Kementerian Pertahanan Cina, lanjut Yansheng, juga meminta penjelasan dari AS terkait kebijakan "pencegahan" serangan siber. "Tindakan itu tidak kondusif terhadap kerjasama masyarakat internasional untuk meningkatkan keamanan jaringan (Internet)," kata Yansheng.

Cina dan AS terlibat rangkaian klaim serangan-serangan jaringan Internet (siber) sepekan terakhir sejak laporan perusahaan Mandiant.

Pada 19 Februari lalu, perusahaan keamanan komputer itu menuduh unit militer rahasia Cina yang berbasis di Shanghai sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangkaian serangan peretas yang mencuri rahasia perdagangan AS. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA