Jumat , 12 January 2018, 05:19 WIB

Pertahankan Warna, Cara Selebgram Ini Eksis di Medsos

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Winda Destiana Putri
Dok: @iwwm
Akun @iwwm
Akun @iwwm

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada yang berbeda di akun Instagram dari influencer dan fotografer lepas Wahyu Mahendra. Dalam unggahan di akunnya @iwwm, foto-foto pemandangan bernuansa pastel terjajar cantik. Dengan menampilkan alam Bali, pria 22 tahun ini menggunakan akun Instagram hingga akhirnya dilabeli sebagai selebgram.

Pemilik akun dengan jumlah followers 99 ribu ini mengatakan bahwa pilihannya untuk berbagi foto di Instagram karena kemudahan menggunakan media sosial tersebut. Berbagai macam fitur dihadirkan untuk memudahkan pemilik akun pribadi maupun perusahaan dalam membranding produk maupun jasa yang ditawarkannya.

Foto-foto yang diunggahnya merupakan hasil jepretannya di Bali. Dia mengakui bahwa inspirasinya didapat dari salah satu selebgram fotografi asal Amerika. Meski begitu, fotonya beberapa kali digunakan oleh orang lain. "Sering banget kecurian foto, tapi itu bukan sesuatu yang bisa kita handle karena sulit banget. Kita udah share di medsos ya orang juga jadi bebas," katanya ketika dihubungi Republika beberapa waktu lalu.

Dia sebenarnya tidak keberatan jika ada seseorang menggunakan hasil fotonya, namun baginya menuliskan credit sebagai cara menghargai hasil karyanya. "Sebenernya diminta followers dan temen untuk pake watermark di setiap foto. Tapi aku cari, fotografer terkenal pun ga pakai watermark," lanjutnya.

Dengan tema pastel miliknya, dia ingin terus berinovasi dengan warna lain. Meski begitu, Instagram akan terus menjadi media untuk membagikan hasil karyanya dibandingkan dengan media sosial berbagi foto lainnya, "Instagram lebih simpel, semua orang bisa nemu apa aja di Instagram dan aku belum kepikiran ganti media lain.

Pria yang menggunakan Instagram sejak Januari 2015 ini bahkan mendapat endorse (diberi barang untuk diiklankan di akunnya) ketika followersnya masih di angka seribu. "Awalnya ga ada pikiran untuk endorse atau paid promote, tapi makin kesini jadi kaya hard selling, akhirnya aku makin selektif dalam menerima endorse atau pp," lanjutnya.

Wahyu menuturkan bahwa fungsi sebenarnya dari Instagram adalah branding untuk portofolio fotografinya. Untuk itu, dia hanya menerima kerja sama yang memiliki selera yang sama atau menuruti seleranya. "Karena semakin banyak followers, terus endorse-nya banyak, malah jadi kaya kontennya makin menurun," kata Wahyu.

Dari Instagramnyalah mahasiswa fotografer Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar berhasil menjadi salah satu dari tiga fotografer yang membuat film pendek proyek dari akun Instagram @beautifuldestinations. Wahyu membuat sendiri konsep film tersebut. "Ini Seperti apa yang aku banget, gimana kehidupan aku, background aku apa, inspirasinya dari mana, cara ambil fotonya gimana, editnya semua tentang aku, mereka tinggal syutingnya," lanjutnya. Video kolaborasi keduanya akan tayang tahun depan.

Harapan Wahyu sebagai seorang influencer di Instagram adalah dengan terus menjadi inspirasi bagi banyak orang. "Sekarang beauty vlogger lagi naik banget, tapi sebenernya di Instagram bisa loh jadi tempat promosi secara gratis. Banyak banget alam di Indonesia khususnya di timur belum terjamah."

Dia juga ingin travel fotografi Indonesia lebih dihargai dan diapresiasi. Saat ini Wahyu sedang memiliki beberapa proyek untuk mempromosikan Indonesia bagian timur seperti Sumba, Flores, Raja Ampat dan beberapa daerah di Sulawesi.