Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Ilmuwan Inggris Berkoordinasi Lacak Alien

Ahad 07 July 2013 20:42 WIB

Rep: Nur Aini/ Red: Citra Listya Rini

Alien/ilustrasi

Alien/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Ilmuwan Inggris tengah berupaya melacak alien di antara planet-planet luar angkasa. Ilmuwan dari 11 institusi membuat jaringan untuk mengkoordinasi dalam program pencarian yang disebut Ekstra-Terrestrial Intelligence (Seti). 

Astronomer Inggris, Sir Martin Rees akan bertindak sebagai ketua. Kelompok tersebut tengah mencari bantuan sebesar 1 juta dolar per tahun untuk mendukung upaya mencari sinyal alien dari teleskop radia. Dana itu juga untuk membayar penelitian yang kemungkinan menemukan cara baru menemukan alien.

Saat ini, sebagian besar Seti dilakukan di AS dan didukung dana swasta. Koordinator Alan Penny mengatakan penting bagi ilmuwan Inggris ambil bagian dalam proyek tersebut. 

"Jika kami punya sebagian dari 200, setengah persen dari uang yang ada di astronomi saat ini, kita bisa membuat perbedaan menakjubkan. Kita akan dapat bersaing dengan usaha Amerika," kata peneliti dari Universitas St Andrews tersebut seperti dikutip BBC, Ahad (7/7). 

Penny menilai Seti dapat membuat kasus kuat. Kelompoknya akan mencoba mencari dukungan penelitian. "Ras manusia ingin mengeksplore, ingin menemukan sesuatu, dan jika kita berhenti mencoba kita berada di jalan kehilangan," ungkapnya.

Peneliti Inggris dan fasilitas lain di waktu tertentu terlibat dalam proyek Seti. Keterlibatan mereka yang paling signifikan dilakukan pada 1998-2003 Jodrell bank dan teleskop radio Lovell 76 meter. Penelitian ini mencari sinyal dari 1.000 bintang terdekat. Dibuat dan didanai Seti Institute di California, proyek tersebut tidak menemukan apapun. 

"Ada miliaran planet di luar sana. Itu akan membuat kita mungkin baru membuat setengah telinga untuk mendengarkan sinyal yang dikirimkan ke kita," ujar direktur Jidrell associate. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA