Saturday, 11 Ramadhan 1439 / 26 May 2018

Saturday, 11 Ramadhan 1439 / 26 May 2018

Makam Wanita Berusia 4.300 Tahun Ditemukan di Mesir

Ahad 11 February 2018 08:10 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Dwi Murdaningsih

Lukisan dinding yang ditemukan di dalam makam berusia 4.300 tahun di Mesir.

Lukisan dinding yang ditemukan di dalam makam berusia 4.300 tahun di Mesir.

Foto: Egypt Antiquities Ministry
Wanita tersebut diketahui merupakan seorang pejabat senior di istana kerajaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arkeolog dari Kementerian Kepurbakalaan Mesir (Egyptian Ministry of Antiquities) mengumumkan telah menemukan makam seorang wanita bernama Hetpet pada Sabtu (3/2) lalu. Wanita tersebut diketahui merupakan seorang pejabat senior di istana kerajaan.

Makam tersebut berusia lebih dari 4.300 tahun, tepatnya beberapa saat setelah Piramida Giza dibangun. Giza sendiri paling terkenal dengan piramidanya dan situs tersebut juga berisi pemakaman besar, yang juga telah diungkap secara bertahap selama hampir dua abad oleh para arkeolog. Piramida tersebut juga menyimpan penguburan anggota elit masyarakat Mesir kuno.

"Makam itu memiliki lukisan dinding yang sangat berbeda, dalam kondisi konservasi yang sangat baik, yang menggambarkan 'Hetpet' berdiri di perburuan yang berbeda dan suasana memancing atau duduk di depan sebuah meja besar yang menerima persembahan dari anak-anaknya," kata kementerian Kepurbakalaan Mesir dalam sebuah pernyataan, seperti yang dilansir di Live Science.

photo

Makam kuno yang ditemukan di Mesir berusia 4.300 tahun. (Egypt Antiquities Ministry)

Kementerian tersebut juga mengatakan, lukisan dari makam tersebut juga memperlihatkan adegan dari menuai buah-buahan, logam leleh dan pembuatan perahu kulit dan papirus, serta pertunjukan musik yang ditampilkan di dinding makam. Selain itu, juga terdapat lukisan yang menunjukkan dua monyet yang berada dalam satu adegan. Monyet tersebut mengumpulkan buah dan yang lainnya menari di depan sebuah orkestra.

Sumur Tertua Berusia 9.000 Tahun Ditemukan di Cina

Makam tersebut juga berisi tempat suci dengan tempat pemurnian dan tempat di mana dupa dan sesaji bisa diadakan.

Para arkeolog menduga, satu area di dalam kuil mungkin menempatkan patung Hetpet, yang sekarang telah hilang. Para arkeolog tidak menemukan mumi di dalam makam tersebut, namun diyakini mumi dan patung tersebut dirampok di zaman kuno, dimana sesuatu hal yang biasa terjadi di zaman Mesir kuno.

Tim arkeolog Mesir yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kepurbakalaan, Mostafa Waziri yang telah menemukan makam tersebut. Sebelum diumumkannya penemuan tersebut, Menteri Kepurbakalaan Khaled El-Enany mengatakan, sekitar selusin misi arkeologi Mesir yang sedang melakukan pekerjaan di seluruh negeri dan lebih banyak penemuan dari misi ini diharapkan ditemukan pada 2018. Selain itu, ada juga misi yang dipimpin oleh arkeolog asing yang berlangsung di seluruh Mesir.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES