Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Roket Terbesar SpaceX Meluncur Bawa Tesla Merah Elon Musk

Kamis 08 February 2018 13:31 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Winda Destiana Putri

Roket Terbesar SpaceX Meluncur Bawa Tesla Merah Elon Musk

Roket Terbesar SpaceX Meluncur Bawa Tesla Merah Elon Musk

Foto: Sciencealert
SpaceX meluncurkan roket Falcon Heavy untuk pertama kalinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Elon Musk sudah bersiap meluncurkan mobil sport merahnya yang ke orbit Mars. Pada Selasa sore, SpaceX meluncurkan roket Falcon Heavy untuk pertama kalinya, di Kennedy Space Center milik NASA.

Roket, sistem terbesar dan paling kuat yang pernah dibangun SpaceX, akan membawa Tesla merah Roadster 2008. Aksi warna-warni dimaksudkan untuk menunjukkan bagaimana perusahaan suatu hari nanti bisa membantu mengantarkan orang dan muatan lainnya ke luar angkasa.

 

"Mobil merah untuk planet merah," kata Musk di Twitter pada awal Desember, dilansir dari laman Science Alert.

 

Musk telah berulang kali memperingatkan bahwa ada kemungkinan Falcon Heavy bisa terbakar sebelum mencapai tujuannya. Jika ruang 'ballet' yang terkoordinasi dengan hati-hati ini berhasil, mobil lama Musk akan menjalankan putaran antara Matahari dan Mars dalam apa yang disebut orbit hiperbolik.

 

"Payload akan bermain Space Oddity, pada orbit Mars elips miliaran tahun," kata Musk pada Desember.

 

Sistem Falcon Heavy SpaceX suatu hari bisa mengangkut muatan 37 ribu pound, kira-kira 14 massa Tesla Roadsters ke Mars. Itu akan sangat berguna jika Musk pernah berhasil mengirim manusia untuk menjajah planet merah. Perbedaan utama antara sistem Falcon Heavy dan roket lainnya dua kali lipat, ini lebih besar dan lebih murah.

 

Sistem Berat Falcon setinggi 230 kaki (70 meter) bergantung pada tiga penguat yang dapat digunakan kembali, yang masing-masing terdiri dari sembilan mesin berbentuk kerucut. Tidak seperti kebanyakan sistem penguat, pendorong roket ini bukan untuk pemakaian satu kali saja.

 

Ketika berhasil, para penguat mendorong muatan mereka ke langit, lalu melepaskan diri, mendarat sendiri, dan diperbaharui untuk digunakan kembali. Setelah penggunaan tunggal, penguat dari sistem tradisional lainnya umumnya jatuh ke laut, terbakar di atmosfer, atau dibuang ke tanah.

 

SpaceX pertama kali berhasil menguji sistem daur ulang baru pada Maret 2017 dengan roket Falcon 9-nya. Inti yang dapat digunakan kembali tersebut membuat harga peluncuran Falcon Heavy hanya 90 juta USD, sekitar sepertiga dari biaya kompetisi.

 

"Tujuannya adalah orbit Mars. Akan berada dalam jarak yang dalam selama satu miliar tahun atau lebih jika tidak meledak saat mendaki," kata Musk.

 

CEO Amazon Jeff Bezos, mengirim sebuah tweet yang berisi doa terbaik untuk Falcon Heavy Musk pada Senin. Musk pun menimpali beberapa jam kemudian dengan disertai emoji wajah cium untuk bos Blue Origin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA