Ahad , 14 January 2018, 05:11 WIB

Pemanasan Global Picu Turunnya Kelahiran Kura - Kura Jantan

Rep: Christiyaningsih/ Red: Winda Destiana Putri
Sciencealert
Kura-Kura. Ilustrasi
Kura-Kura. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemanasan global telah memicu turunnya angka kelahiran kura-kura hijau jantan. Kura-kura hijau yang hidup di laut terlahir menjadi jantan atau betina bukan berdasarkan kromosom yang dibawa sejak dalam embrio. Akan tetapi jenis kelaminnya dipengaruhi oleh suhu lingkungan sebelum kura-kura menetas dari telurnya.

Menurut para ilmuwan, fenomena biologi ini bisa mengancam keberadaan kura-kura hijau di masa depan. Saat ini, populasi kura-kura hijau yang baru menetas didominasi oleh betina. Demikian yang dilaporkan dalam jurnal Current Biology yang dikutip Science Alert.

"Penelitian tersebut adalah paper konservasi paling penting dalam dekade ini," kata profesor emeritus di College of Charleston, David Owens. Ia memperingatkan jika suhu bumi semakin meningkat maka salam beberapa puluh tahun ke depan populasi kura-kura hijau jantan akan punah.

"Jenis kelamin spesies ini ditentukan oleh suhu lingkungan dan bukan karena faktor genetik," kata Camryn Allen. Allen merupakan peneliti di National Oceanic and Atmospheric Administration. Ia merupakan co-author dari studi ini.

Temperatur lingkungan di bawah 29,3 derajat Celcius akan menghasilkan kura-kura hijau berjenis kelamin jantan. Akan tetapi jika suhu lingkungan mencapai 29,3 derajat atau lebih maka telur yang menetas akan menghasilkan kura-kura betina.