Selasa, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 Februari 2018

Selasa, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 Februari 2018

SpaceX Luncurkan Roket Bekas untuk NASA

Selasa 12 Desember 2017 19:15 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

Roket SpaceX

Roket SpaceX

Foto: Ubergizmo

REPUBLIKA.CO.ID, CAPE CANAVERAL -- Perusahaan SpaceX berencana meluncurkan roket daur ulang pertama mereka untuk NASA pada Selasa waktu AS. Roket bernama Falcon 9, yang pernah digunakan pada Juni lalu, akan membawa kapsul Dragon.

Manajer Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) NASA Kirk Shireman mengatakan, peluncuran roket bekas sama risikonya dengan peluncuran roket baru. Ia berharap ini berjalan baik meksi tetap mendebarkan seperti peluncuran roket-roket lain.

''Ini tetaplah bisnis berbahaya,'' kata Shireman seperti dikutip The Assoaciated Press, Senin (11/12).

Meski pakar terbaik NASA telah melakukan ulasan menyeluruh dan menyimpulkan semua dalam kondisi baik, Shierman menyebut tak ada hal yang bebas risiko.

SpaceX pernah meluncurkan tiga roket bekas pula sebelumnya untuk mengorbitkan satelit-satelit komersial. Pada Juni lalu, SpaceX ingin mengorbitkan kapsul Dragon ke ISS yang berisi makanan, perkekas, dan hadiah Natal. Kapsul ini pertama kali terbang pada 2015.

Penggunaan roket bekas oleh SpaceX merupakan langkah baru. Meski NASA sudah menghentikan penggunaan roket yang menggunakan mesin dan pendorong bekas, SpaceX berniat menekan biaya dengan dengan menerbangkan satu roket berulang-ulang.

''Ini merupakan awal daur ulang yang cepat dan andal. Kami ingin mengirim ribuan orang ke luar angkasa dan daur ualng adalah kuncinya. Kami tak sabar meliat peluncuran Falcon 9,'' ungkap Manajer SpaceX, Jessica Jensen.

Seperti peluncuran sebelumnya, bagian pendorong direncanakan mendarat di Cape Canaveral Air Force Station. Peluncuran Falcon 9 akan jadi peluncuran pertama setelah setahun lebih Launch Complex 40 menganggur. Bagian dasar tempat peluncuran sempat hancur saat sebuah roket milik SpaceX meledak saat akan diujiluncur pada September 2016 lalu. Dengan biaya renovasi 50 juta dolar AS, SpaceX menjadikan landasan luncur itu lebih kokoh.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA