Selasa , 05 Desember 2017, 11:29 WIB

Fenomena Supermoon Baru yang Pertama di Tahun 2017

Rep: MGROL 99/ Red: Indira Rezkisari
Antara/Dedhez Anggara
Fenomena alam 'supermoon' terlihat dari Indramayu, Jawa Barat, Ahad  (3/12).
Fenomena alam 'supermoon' terlihat dari Indramayu, Jawa Barat, Ahad (3/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fenomena supermoon terlihat di sebagian besar wilayah bumi pada Ahad (3/12) malam. Hal ini merupakan yang pertama kalinya terjadi sepanjang tahun 2017.

Supermoon, diberi namanya oleh Astrologer Richard Nolle, yang berarti bulan baru atau bulan purnama yang tampak lebih besar oleh mata manusia karena jarak terdekatnya dengan Bumi selama masa orbit tertentu. "Supermoon adalah kesempatan besar bagi orang untuk melihat bulan dengan jelas, tidak hanya sekali tapi setiap kesempatan yang mereka miliki," kata Dr Noah Petro, seorang ilmuwan riset dari Pusat Penerbangan Antariksa Goddard milik NASA, dikutip dari Fox News.

Noah Petro menambahkan supermoon biasanya tampil 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari rata-rata bulan yang terlihat di langit setiap malam. Bulan akan tampak lebih besar, dan dekat dengan cakrawala.

Menurut para ilmuwan efeknya disebut "ilusi bulan," yakni memungkinkan otak manusia membandingkan bulan dengan benda lain di dekatnya. Atau bisa jadi otak manusia hanya dihubungkan untuk memproses benda-benda di cakrawala lebih besar dari benda-benda di langit.

Bulan khusus ini, diberi nama India oleh NASA dengan sebutan "Frost Moon" atau "Moon Before Yule," karena ini adalah bulan purnama terakhir musim gugur. Bulan yang juga dijuluki "bulan dingin penuh," adalah satu bagian dari apa yang NASA sebut sebagai "trilogi bulan super."

Supermoon berikutnya akan berada pada 1 Januari 2018, dan yang ketiga berlangsung pada 31 Januari. “Ini akan sangat istimewa, mengingat akan terjadi juga gerhana bulan total,” menurut NASA.