Kamis , 23 November 2017, 08:48 WIB

Demi Buktikan Bumi Datar, Pria Ini Tunggangi Roket

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Elba Damhuri
.
Bumi. Ilustrasi
Bumi. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Seorang pria bernama Mike Hughes akan meluncurkan roket buatan sendiri Sabtu (25/11) akhir pekan ini. Pria ini akan melintasi Gurun Mojave dan meluncurkan dirinya sejauh 1.800 kaki ke angkasa untuk mengambil foto yang membuktikan Bumi itu datar. Jika berhasil, ini adalah jarak terjauh yang tercatat sampai saat ini.

"Saya tak percaya pada sains. Saya tahu tentang dinamika aerodinamika dan fluida dan bagaimana segala sesuatu bergerak di angkasa. Saya juga tahu tentang nosel, roket, dan fiksi ilmiah," kata Hughes, dilansir dari Forbes, Kamis (23/11).

Hughes adalah seorang sopir limosin di California, Amerika Serikat. Dia sejak 2002 sudah memecahkan rekor Guiness World dengan meluncurkan limosin yang dikendarainya di atas sebuah roket.

Hughes sering mengungkapkan peluncuran roket NASA dan SpaceX itu palsu dan direkayasa. Menurutnya, NASA dikendalikan sekelompok Freemason dan telah membohongi dunia.

Pada 2014, Hughes pernah mencoba mengendarai roket buatannya dan mencatat perjalanan seperempat mil di Winkelman, Arizona. Peluncuran pertamanya itu gagal. Hughes terpaksa dirawat di rumah sakit selama dua pekan untuk pulih dari luka.

Pada 2016, Hughes mengampanyekan Kickstarter dan menggalang dana untuk itu. Sayangnya dia hanya memperoleh 310 dolar AS dari target 150 ribu dolar AS.

Kampanye keduanya di GoFundMe diberi keterangan 'Flat Earth Community Rocket Launch' dan mendapat bantuan delapan ribu dolar AS. Hughes tampaknya menjadi sorotan dari sejumlah komunitas yang penasaran dengan roketnya.

Peluncuran roket Hughes akhir pekan ini akan disiarkan langsung di saluran YouTube Hughes sekitar pukul 14.00-15.00 waktu setempat.

Kelompok yang mempercayai bumi datar tersebar di seluruh dunia. Mereka meyakini teori bumi bulat yang selama ini dipercaya salah.

Pada minggu lalu kelompok bumi datar ini menggelar Konferensi Bumi Global di North Carolina, AS. Mereka meminta sekolah-sekolah memasukkan teori tentang bumi datar.

Mark Sargent menjadi tokoh sentral di Amerika atas kepercayaan bumi itu sebetulnya datar. Menurut mereka, bumi mendatar dalam bentuk lingkaran/bulat kecil, bukan seperti yang diajarkan saat ini.

Berita Terkait