Sabtu , 11 November 2017, 00:50 WIB

Ilmuwan Temukan Teknik Mendapatkan Lucid Dream

Rep: Taufiq Alamsyah Nanda/ Red: Winda Destiana Putri
Sciencealert
Lucid Dream. Ilustrasi
Lucid Dream. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Tim ilmuwan dari Universitas Adelaide di Australia telah menemukan beberapa tips menarik untuk memaksimalkan peluang mengalami mimpi sadar (lucid dream). Fenomena mimpi sadar merupakan saat ketika manusia mengalami kesadaran dalam bermimpi di tidurnya. Bahkan beberapa diantaranya dapat mengontrol jalannya mimpi.

Penelitian sebelumnya telah menemukan beberapa keberhasilan dalam memprioritaskan otak untuk mendapatkan mimpi sadar. Bahkan memungkinkan subjek untuk memberi sinyal kepada para periset pada pertengahan mimpi bahwa mereka mengalami mimpi sadar.

Periset dalam penelitian terbaru ini menempatkan tiga proses berbeda untuk di uji dengan 144 relawan. Masing-masing diberi kuesioner dan buku catatan untuk merekam pengalaman bermimpi mereka selama seminggu. Mereka kemudian diberi satu atau lebih dari tiga teknik induksi mimpi sadar sebagai bahan latihan minggu berikutnya.

Salah satu teknik yang dilakukan subjek adalah memeriksa kenyataan di sekitar mereka saat terjaga. Agar dapat membangun kebiasaan setelah mereka bermimpi.

Proses kedua mengharuskan mereka untuk terbangun dalam waktu singkat setelah tidur lima jam. Kemudian kembali tidur, dengan harapan kemungkinan munculnya mimpi lebih besar.

Teknik ketiga disebut sebagai mnemonic induction of luciddreams (mnemonik induksi mimpi sadar / MILD). Subyek diharuskan untuk mengulangi kalimat berikut saat terjaga: "lain kali aku bermimpi, aku akan ingat bahwa aku sedang bermimpi".

Pada minggu pertama pengujian, sebelum berlatih teknik apapun, sekitar 8 persen mimpi di subyek merupakan mimpi sadar.

Pada minggu kedua, terjadi perubahan signifikan. Lebih dari 17 persen mimpi di antara mereka yang menggunakan ketiga teknik tersebut mengalami mimpi sadar. Di antara mereka yang tertidur dalam waktu lima menit dan menggunakan teknik MILD, 46 persen nya mengalami mimpi sadar.

"Teknik MILD bekerja pada apa yang kita sebut 'memoriprospektif', yaitu kemampuan Anda untuk mengingat apa yang harus dilakukan dimasa depan," kata peneliti Denholm Aspy. Dengan mengulangi ungkapan yang akan diingat bahwa subyek sedang bermimpi, itu membentuk sebuah niat di dalam pikiran bahwa subyek akan melakukannya walau sedang di dalam mimpi. Yang kemudian akan menuntun subyek pada mimpi sadar.

Hal penting lainnya, mereka yang menggunakan teknik ini untuk mendapatkan mimpi sadar, tidak merasa kelelahan keesokan harinya. Sedangkan melakukan pemeriksaan realitas saat terbangun mengalami lebih sedikit mimpi sadar.

"Hasil ini membawa kita selangkah lebih dekat untuk mengembangkan teknik induksi mimpi sadar yang sangat efektif yang akan memungkinkan kita mempelajari banyak potensi manfaat dari mimpi sadar. Seperti terapi mimpi buruk atau peningkatan keterampilan dan kemampuan fisik melalui latihan dilingkungan mimpi sadar," kata Aspy.

Penelitian ini juga memberikan kontribusi yang signifikan untuk mempelajari bagaimana otak bekerja saat tertidur.

Secara fiksi, mimpi sadar sudah banyak dipopulerkan di dalam film Hollywood. Salah satunya ialah film Inception. Dalam film tersebut dikisahkan bagaimana aksi petualangan sang tokoh yang mengejar penjahat melalui mimpi yang berlapis - lapis.

Sebuah penelitian di Jerman pada 2011 menemukan hanya sekitar setengah dari kita yang pernah menyadari bahwa masih berada di tengah mimpi. Dan dari setengah tersebut, hanya seperempatnya yang sering mengalami mimpi sadar, dilansir laman Sciencealert.