Rabu , 08 November 2017, 16:42 WIB

Observatorium Terbesar di Asia Tenggara Dibangun di Kupang

Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Edi Yusuf
 Petugas melakukan pengamatan hilal di Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/5).
Petugas melakukan pengamatan hilal di Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, Universitas Nusa Cendana, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Pemerintah Kabupaten Kupang akan membangun Observatorium Nasional di Gunung Timau, NTT.

"Observatorium Nasional (Obnas) di Timau ini dibangun karena observatorium di Boscha, Lembang sudah kurang layak untuk penelitian astronomi karena di sana sudah banyak polusi cahaya," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Thomas Djamaluddin di kantor Lapan Jakarta, Rabu (8/11).

Dia mengatakan sebelumnya tim ITB melakukan penelitian dan memutuskan Gunung Timau adalah tempat yang tepat untuk membangun observatorium nasional. Salah satu alasan pembangunan observatori di Gunung Timau karena di wilayah NTT musim keringnya panjang sehingga ideal untuk pengamatan astronomi, kemudian tempat tersebut masih jauh dari perkotaan sehingga polusi cahanya masih minim.

Observatorium di Timau ini akan dibangun di area seluas 30,25 hekatre. Selain membangun observatorium, Lapan juga akan membangun pusat sains di Kabupaten Kupang.

Observatorium ini akan menjadi observatorium terbesar di Asia Tenggara, dengan menggunakan lensa 3,8 meter. Mereka menargetkan observatorium tersebut dapat digunakan pada 2020.

Dia mengatakan pembangunan opbservatorium nasional ini penting bagi Indonesia karena peran ganda, pertama, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang keantariksaan, memuat tentang kegiatan keantariksaan, salah satunya sains antariksa.

Kedua, menjadi salah satu agenda prioritas Presiden (Nawa Cita), yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, antara lain melalui pemerataan pembangunan antar-wilayah, terutama Kawasan Timur Indonesia.

Sumber : antara