Monday, 7 Sya'ban 1439 / 23 April 2018

Monday, 7 Sya'ban 1439 / 23 April 2018

Begini Cara Gula Memengaruhi Sel Kanker

Sabtu 21 October 2017 05:00 WIB

Rep: ADYSHA RAMADHANI/ Red: Winda Destiana Putri

Sel kanker

Sel kanker

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, Hampir setiap sel di dalam tubuh manusia membutuhkan energi untuk hidup. Sel-sel ini mengambil energi dari asupan gula yang masuk ke dalam tubuh manusia. Tak hanya sel sehat, sel kanker juga membutuhkan gula untuk tumbuh.

Yang sedikit berbeda, sel kanker membutuhkan lebih banyak asupan glukosa untuk tumbuh dibandingkan sel-sel sehat lain dalam tubuh. Glukosa-glukosa ini kemudian diubah menjadi asam laktat oleh sel kanker. Kondisi ini dikenal sebagai efek Warburg.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa konsumsi gula yang masif oleh sel kanker akan mendorong terjadinya siklus stimulasi lanjutan untuk perkembangan dan pertumbuhan kanker yang berbahaya," ungkap salah satu peneliti dari KU Leuven, Johan Thevelein seperti dilansir Science Alert.

Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan sel kanker dapat dihalangi dengan memutus asupan gula terhadap sel kanker. Yang masih menjadi masalah adalah, belum ditemukan cara yang tepat untuk membuat asupan gula tetap tersampaikan pada sel-sel sehat yang juga membutuhkan gula untuk terus bekerja.

Di sisi lain, temuan ini juga menjawab hubungan antara efek Warburg dan agresivitas tumor. Hal ini dapat menjadi dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait kanker.

Untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan ini, tim peneliti melakukan penelitian terhadap sel ragi selama sembilan tahun. Sel ragi yang digunakan memiliki gen dari keluarga 'Ras' di mana gen ini juga terdapat dalam seluruh sel hewn dan juga sel kanker pada manusia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan glukosa dalam jumlah banyak pada ragi menyebabkan protein Ras menjadi aktif secara berlebihan. Kondisi ini memungkinkan sel untuk tubuh dengan lebih cepat dari seharusnya.

"Temuan ini belum cukup untuk mengidentifikasi peyebab utama efek Warburg," kata tim peneliti melalui jurnal Nature Communications.

Sumber : Center
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA