Kamis , 12 October 2017, 14:08 WIB

Ilmuwan Pecahkan Rahasia Penyembuhan Penyakit Parkinson

Rep: Novita Intan/ Red: Winda Destiana Putri
care2
Penyakit parkinson
Penyakit parkinson

REPUBLIKA.CO.ID, Pengobatan yang dilakukan untuk penyakit Parkinson difokuskan untuk meredakan gejala yang muncul dan menjaga agar pasien bisa tetap beraktivitas sehari-hari semaksimal mungkin. Kini, ada obat untuk penyakit Parkinson tersebut, menurut hasil studi.

Seperti dilansir dari laman, Dailymail, para ahli percaya bahwa mereka akhirnya berhasil memecahkan rahasia di balik enzim otak yang dianggap bertanggung jawab atas kondisi saraf degeneratif. PINK1 ditandai sebagai pemain kunci dalam mencegah Parkinson pada 2004, dan beberapa percobaan telah menyelidiki peran sebenarnya dari tahun-tahun sebelumnya. Peneliti Universitas Dundee sekarang percaya bahwa mereka telah menyusun struktur 3D dan kerja dalam enzim.

Studi yang dijuluki 'vital' dan 'fantastis' oleh komunitas medis, bisa memberikan perawatan untuk gejala kondisinya, termasuk gemetar dan kaku. Penyakit Parkinson telah menyerang satu dari 500 orang dan sekitar 127 ribu orang di Inggris hidup dengan kondisi tersebut.

Dipercaya satu juta orang Amerika juga menderita penyakit tersebut. Termasuk aktor Michael J Fox, yang didiagnosis pada usia 29 tahun, dan legenda tinju Muhammad Ali. Profesor David Dexter, wakil direktur penelitian di Parkinson Inggris, mengatakan gen PINK1 diidentifikasi sebagai pemain kunci oleh para peneliti pada tahun 2004.

"Obat-obatan yang bisa mengganti jalur PINK1 atau parkin dimungkinkan bisa memperlambat, menghentikan atau bahkan membalikkan kematian sel syaraf, tidak hanya pada orang-orang yang memiliki bentuk kondisi warisan yang langka ini, tetapi juga mereka yang memiliki parkinson yang tidak diwariskan," ucapnya.

Penelitian ini, untuk pertama kalinya, memberi kita gambaran tentang seperti apa protein PINK1 dan bagaimana perubahan gen dapat mencegah protein PINK1 bekerja dengan baik. Pengetahuan ini juga sangat penting untuk mengembangkan obat-obatan yang dapat mengaktifkan kembali PINK1, yang berpotensi memperlambat atau bahkan menghentikan.

Michael Dunn, kepala tim Ilmu Genetika dan Molekuler Wellcome Trust, mengatakan protein PINK1 telah menjadi fokus penelitian di seluruh dunia, jadi temuan dari tim Dundee ini merupakan langkah maju yang fantastis bagi masyarakat. "Jika kita memahami struktur protein ini, yang memegang begitu banyak petunjuk tentang apa yang salah di parkinson, mungkin akan membantu kita mengembangkan obat baru untuk melindungi dari penyakit yang menghancurkan tersebut," ungkap Dunn.

Studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah eLife, menawarkan harapan untuk menjelaskan secara tepat bagaimana enzim tersebut dapat digunakan dalam pengobatan. PINK1 mengkodekan sebuah kelas khusus enzim, yang dikenal sebagai kinase, yang memainkan peran penting dalam melindungi sel-sel otak melawan stres.

Para periset mengatakan bahwa PINK1 memiliki elemen kontrol unik yang tidak ditemukan di enzim lain kelasnya yang menjelaskan bagaimana target ubiquitin dan Parkin. Profesor Daan van Aalten, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan bahwa temuan tersebut adalah langkah transformatif dalam perjalanan menuju sebuah solusi.

"Ada ketertarikan besar untuk secara langsung menargetkan PINK1 sebagai terapi potensial namun tanpa pengetahuan tentang struktur enzim, ini merupakan penghalang utama," ucapnya.

"Pekerjaan kami sekarang menyediakan kerangka kerja untuk melakukan penelitian di masa depan yang diarahkan untuk menemukan obat baru seperti molekul yang dapat menargetkan dan mengaktifkan PINK1," ungkap dia.