Selasa , 22 Agustus 2017, 12:44 WIB

Ini Gejala Kerusakan Mata Usai Lihat Gerhana

Rep: Friska Yolanda/ Red: Esthi Maharani
NASA
Gerhana Matahari yang diabadikan oleh NASA
Gerhana Matahari yang diabadikan oleh NASA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk pertama kalinya dalam sejarah, gerhana matahari dapat dilihat langsung di langit Amerika Serikat (AS). Namun, mereka yang ingin melihat peristiwa bersejarah harus berhati-hati jangan sampai melihat langsung mahatari saat gerhana berlangsung.

"Melihat matahari langsung saat gerhana sangat berbahaya kecuali saat fase di mana matahari tertutup total oleh bulan," The National Aeronautics and Space Administration (NASA) menjelaskan dalam situs miliknya, seperti dilansir TIME, Selasa (22/8).

Cara paling aman untuk melihat proses gerhana, lanjut NASA, adalah dengan menggunakan kaca mata khusus gerhana.Jalur gerhana melintang sepanjang 70 mil atau hampir 113 kilometer. Warga di 14 negara bagian AS memiliki kesempatan melihat gerhana matahari yang akan berlangsung maksimal selama dua menit 40 detik tersebut.

Warga harus mempersiapkan diri untuk melihat gerhana. Mereka tidak disarankan melihat matahari secara langsung. Karena, melihat matahari langsung dapat merusak retina, merusak gambar yang dikirim ke otak. Fenomena ini disebut eclipse blindness yang dapat menyebabkan kerusakan penglihatan sementara atau bahkan permanan. Berat tidaknya kerusakan mata akibat melihat gerhana matahari tanpa perlindungan sangat bergantung pada berapa lama mereka melihat matahari tersebut.

"Mereka berisiko mengalami kerusakan penglihatan permanen," kata Ralph Chou, Pesident of the Royal Astronomical Society of Canada.

Tidak ada gejala khusus pada seseorang yang mengalami kerusakan mata akibat melihat gerhana matahari langsung ini. Sehingga, sulit dipastikan jika seseorang mengalami kerusakan mata usai melihat gerhana. Chou mengatakan, gejala umum baru terjadi 12 jam setelah melihat gerhana. Saat seseorang bangun tidur pada pagi hari, ia menyadari penglihatannya menurun. Selain itu, terdapat titik buta yang mengganggu penglihatan orang tersebut.

"Mereka tak dapat melihat wajahnya di cermin, tidak bisa membaca koran, sulit membaca rambu lalu lintas," ujarnya.

Penderita dapat sembuh dari penyakit ini dan titik buta akan hilang jika kerusakan yang terjadi pada retina tidak terlalu parah. Penyembuhannya bervariasi, minimal tiga bulan setelah kejadian gerhana. Namun, ada pula yang harus menunggu sembuh hingga 12 bulan.