Sabtu , 15 July 2017, 04:37 WIB

NASA Ungkap Misteri Titik Merah di Jupiter dari Jarak Dekat

Rep: Rizkyan Adhiyudha/ Red: Dwi Murdaningsih
NASA
Titik Merah di Jupiter.
Titik Merah di Jupiter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Titik merah Jupiter masih menjadi misteri hingga saat ini. Titik yang tampak seperti sebuah badai berdiameter lebih besar dari Bumi itu merupakan sisi paling mencolok dari planet terbesar di sistem tata surya.

Belakangan, Badan Antariksa AS (NASA) melalui misi Juno merka berhasil terbang mencapai titik tersebut lebih dekat dari sebelumnya. Pesawat antariksa sukses melintas dengan jarak 9,000 kilometres dari badai tersebut.

Pesawat antariksa itu berhasil mengambil beberapa gambar titik merah Jupiter. Tim menampilkan gambar otentik yang diambil oleh kamera misi tersebut, JunoCam.

Tas yang Bawa Debu Bulan Diperkirakan Terjual Jutaan Dolar

"Akhirnya kini kita bisa melihat seperti apa badai itu lebih dekat dan personal," kata investigator Juno dari Southwest Research Institute di San Antonio, Scott Bolton seperti dikutop Sciencealert, Sabtu (15/7).

Foto-foto tersebut mengungkapkan petunjuk dari keingintahuan yang ada. Periset berspekulasi badai itu terjadi lantaran tabrukan antara gelombang akustik serta gravitasi dan antmosfer.

Peristiwa tersebut menyebabkan panas menyebar melalui awan yang tinggi di atas planet tersebut. Namun, dibutuhkan lebih banyak gambar untuk menjawab pertanyaan tentang titik merah itu.

Saat ini Juno terus mengumpulkan data sebanyak mungkin untuk memberikan gambaran lebih baik terkait peristiwa tersebut. Data-data tersebut akan memberikan analisis tentang masa lalu, sekarang dan masa depan dari titik merah itu.

"Sekarang kita memiliki gambar terbaik dari badai ikonik tersebut," kata kepala riset dari Universitas Bolton, James O'Donoghue.

Badai tersebut merupakan salah satu misteri yang akhirnya bisa dipecahkan ilmuwan. Atmosfer bagian atas Jupiter sebagian besar terdiri dari amonia, amonium hidrosulfida, dan air, namun tidak sepenuhnya jelas bagaimana senyawa bisa memendarkan warna merah dan oranye.

NASA dan pegiat antariksa lainnya terus meneliti keajiban yang terjadi di sistem tata surya. Titik merah bukan menjadi keajaiban terakhir dari Jupiter yang bisa publik lihat secara langsung.