Senin , 19 June 2017, 13:55 WIB

Alasan Ilmiah Seseorang tak Bisa Menikmati Waktu Senggang

Rep: RETNO WULANDHARI/ Red: Esthi Maharani
Dailymail
istirahat
istirahat

REPUBLIKA.CO.ID, Waktu senggang atau libur adalah waktu yang dinanti-nanti oleh banyak para pekerja atau orang dengan aktivitas keseharian tinggi. Hari-hari yang penuh dengan jadwal rapat, janji dengan klien atau menghadiri kursus membuat seseorang akan mudah merasa jenuh. Maka, tidak sedikit yang memberi tanda atau jadwal khusus secara spesifik untuk waktu senggang ke dalam agendanya.

Namun ternyata menurut penelitian dari Olin Business School, Universitas Washington di St. Louis kebiasaan menjadwalkan waktu senggang pada kalender atau buku agenda justru membuat seseorang tidak bisa menikmati waktu senggang mereka tersebut.

“Menjadwalkan waktu senggang yang spesifik secara tidak langsung seperti menjadwalkan agenda rapat atau pekerjaan lainnya, sehingga banyak orang tanpa sadar menjadi tidak tertarik dengan waktu senggang mereka. Bahkan, ada kemungkinan seseorang lebih menikmati waktu senggang yang tidak terjadwal dibandingkan yang terjadwal,” ujar salah seorang peneliti Selin Malkoc dikutip Time.

Faktanya, ketika seseorang ditanyai tentang aktivitas waktu senggang mereka, apa saja yang mereka lakukan, apakah mereka senang dengan aktivitas tersebut dan apakah sudah dijadwalkan sebelumnya, mereka yang mengisi waktu senggang sesuai jadwal yang sudah dibuat justru kurang menikmati aktivitas mereka tersebut.

Fakta ini cukup masuk akal mengingat Anda tidak selalu dalam mood yang baik ketika waktu senggang yang sudah dijadwalkan itu tiba. Sehingga, ketika waktu senggang itu benar-benar tiba, Anda menjadi terpaksa melakukannya karena sudah terjadwal. Agar lebih bisa menikmati waktu senggang, menurut Malkoc, Anda boleh saja menjadwalkannya tetapi tidak perlu spesifi.

“Misal jika Anda ingin menjadwalkan minum kopi bersama teman di kafe, cukup tuliskan 'sore hari' dibandingkan menulis 'pukul 8 pm-9 pm'. Cara ini tidak akan membuat waktu senggang seperti waktu bekerja,” kata Malkoc.

Sumber : Center