Ahad , 18 June 2017, 08:50 WIB

7 Planet yang Diperkirakan Paling Ekstrem di Alam Semesta

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Dwi Murdaningsih
 Venus terlihat seperti noktah hitam di bagian kiri matahari saat dipantau dengan teleskop milik penggiat Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) di Planetarium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (6/6). (dok. HAAJ)
Venus terlihat seperti noktah hitam di bagian kiri matahari saat dipantau dengan teleskop milik penggiat Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) di Planetarium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (6/6). (dok. HAAJ)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Jagad raya ini terdiri dari ratusan bahkan ribuan planet. Ekspedisi luar angkasa pun dilakukan untuk terus mencari planet-planet. Berdasarkan ekspedisi tersebut, ilmuwan pun menemukan planet lainnya di luar tata surya. Bahkan beberapa diantaranya tak layak untuk ditempati manusia.

Berikut 7 planet ekstrem yang pernah ditemukan seperti dilansir Sciencealert, Ahad (18/6).

Planet Terpanas, KELT-9b
Merupakan planet terpanas dengan suhu mencapai 4326°C. Betapa tidak, pusat orbit yang dimiliki KELT-9b adalah KELT-9 yang memiliki suhu hampir menyentuh 10 ribu derajat Celcius.

Sejauh ini, Merkurius diketahui sebagai planet terpanas. Ini lantaran jaraknya yang paling dekat dengan matahari. Merkurius memiliki jarak sekitar 57,9 juta km dari matahari.

Dibandingkan dengan KELT-9b, batuan yang dimiliki Merkurius akan meleleh seketikan saat menyentuh permukaan planet tersebut. Saking panasnya, KELT-9b tidak cocok untuk ditempati makhluk hidup.

Planet terdingin, Hoth
Berlawanan dengan KELT-9b, planet yang memiliki kode OGLE-2005-BLG-390Lb ini memiliki suhu minus 223 derajat C. Ini mejadikannya sebagai planet terdingin di jagad raya.

Planet ini sering dikaitkan dengan planet Hoth dalam film franchise, Star Wars. Sayangnya, berbeda dengan di film, planet ini tidak dapat ditinggali. Ini lantaran tidak memiliki kandungan atmosfer yang cukup untuk menyokong kehidupan manusia.

Sebagian besar gas di planet ini merupakan es ditutupi salju yang cukup tebal pada permnukaannya. Hoth berotasi mengelilingi inti tata surya yang disebut Red Dwarf.

Planet terbesar
Planet DENIS-P J082303.1-491201 b dilabeli sebagai planet terbesar yang pernah ditemukan ilmuwan, menurut catatan Badan Antariksa AS (NASA). Ukuran planet ini mencapai 28,5 kali lebih besar dari pada Jupiter. Namun, masih ada perdebatan dikalangan peneliti apakah DENIS-P J082303.1-491201 b masuk dalam kategori bintang atau planet.

Planet terkecil

Kepler-37b adalah planet terkecil yang pernah ditemukan. Bahkan ukuran planet ini lebih kecil dari Merkurius. Kepler-37b merupakan planet terdekat dengan inti tatasuryanya. Bahkan, jaraknya lebih dekat dari jarak Merkurius ke matahari. Ini membuat suhu planet terbilang tinggi hingga tidak mampu menyokong kehidupan lantaran dapat menguapkan air dengan suhu tersebut.

Planet tertua PSR B1620-26 b
Planet ini menjadi planet tertua yang ditemukan imluwan. Planet ini berukuran 2,5 kali lebih besar dari Jupiter. Terbentuk sebagai salah satu planet tertua, membuat PSR B1620-26 b tidak dapat dihuni makhluk hidup. Ini lantaran planet tersebut tidak memiliki elemen seperti karbon and oksigen sebagai kebutuhkan hidup.

Planet termuda V830 Tauri
Mendapat predikat sebagai planet termuda dengan usia baru mncapai dua juta tahun cahaya, V830 Tauri berukuran tiga perempat lebih besar dari Jupiter dan diprediksi masih terus tumbuh. Artinya, planet tersebut masih akan bertubrukan dengan planet atau bintang lain untuk menemukan bentuk finalnya. Hal tersebut membuat V830 Tauri terlalu berbahaya untuk ditinggali.

Pusat tata surya planet tersebut berukuran sama dengan matahari hanya memiliki radius dua kali lipat dan belum mencapai bentuk final.

Venus
Merupakan planet kedua dari sistem tata surya yang sama dengan bumi. Venus dijuluki sebagai planet yang memiliki cuaca terburuk se-jagad raya. Venus terselubung awan yang mengandung asam sulfur.

Atmosfer Venus bergerak lebih cepat dari pada perputaran planet pada porosnya. Kecepatan angin dapat mencapai 360 km perjam. Pada kedua kutub planet tersebut terdapat angin topan bermata dua. Atmosfernya 100 kali lebih tebal dari yang ada dibumi dan mengandung 95 persen karbon dioksida.