Jumat , 22 January 2016, 11:12 WIB

Arkeolog Temukan Bukti Peperangan Terjadi pada 10 Ribu Tahun Lalu

Red: Dwi Murdaningsih
Marta Mirazón Lahr
fosil yang ditemukan di Kenya
fosil yang ditemukan di Kenya

REPUBLIKA.CO.ID, Manusia telah saling membantai satu sama lain setidaknya sejak 10 ribu tahun lalu. Ilmuwan menemukan bukti baru yang menunjukkan manusia telah terlibat di dalam perang. Bukti-bukti ini ditemukan di Kenya. Penemuan ini diyakini sebagai awal mula penanda konflik manusia.

Ilmuwan menemukan 27 kerangka parsial dari suku pemburu-pengumpul yang tampaknya dibunuh secara brutal. Tim dari University of Cambrigde menemukan bukti anak-anak, dan perempuan yang tampak mengalami cedera dan trauma ekstrem. Tim menemukan ada tulang yang patah, panah di bagian leher. Tidak hanya itu, tim juga menemukan ada semacam proyektil yang bersarang di tengkorak dan dada dua orang yang ditemukan. Empat kerangka juga ditemykan dalam posisi yang menunjukkan tangan terikat. Empat kerangka ini termasuk kerangka seorang wanita yang sedang hamil tua.

Bukti-bukti ini ditemuka di situs situs yang disebut Nataruk sekitar 30 kilometer barat Danau Turkana di Kenya Utara. Ahli paleoantropologi dari University of Cambridge Marta Mirazón Lahr mengatakan bukti mengindikasikan orang-orang tersebut memburu binatang, menangkap ikan dan mengumpulkan tetumbuhan yang bisa dimakan dibunuh dalam serangan yang sebelumnya sudah direncanakan oleh penjarah yang mungkin berasal dari kawasan lain.

"Fosil-fosil Nataruk "memunculkan pertanyaan apakah peperangan telah lebih lama menjadi bagian dari pengalaman manusia dari yang diperkirakan sebelumnya," kata Lahr.

Dari 27 individu yang dianalisis, sebanyak 21 adalah orang dewasa termasuk delapan laki-laki dan delapan perempuan. Lima sisanya belum bisa diidentifikasi. Sisanya 6 anak-anak yang ditemukan di dekat sisa-sisa wanita dewasa. Peneliti belum bisa menyimpulkan siapa yang membunuh orang-orang Nataruk. Tapi mereka menemukan dua panah atau tombak yang terbuat dari batu vulkanik hitam yang pernah digunakan oleh orang-orang yang hidup pada akhir zaman batu di daerah tersebut. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature.

 

baca juga:

Apple dan Samsung Gunakan Baterai yang Ditambang Anak di Bawah Umur?

Mengenal Scoville, Tokoh Google Doodle Hari Ini