Kamis , 02 March 2017, 16:07 WIB

Program Sejuta Berdaya LAZ Al Azhar Bantu Warga Tinggalkan Praktik Riba

Red: Dwi Murdaningsih
noizenews.com
Modal usaha dari bank/ilustrasi
Modal usaha dari bank/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Insan Usaha Berdaya Purwakarta, Jawa Barat, merupakan salah satu perwujudan dari program Sejuta Berdaya, yang merupakan binaan dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar. Upaya pemberdayaan masyarakat melalui program ini pun dilakukan tanpa mengenal sistem riba.

Hermawan (35 tahun), salah satu nelayan di Waduk (Danau) Cirata, Jawa Barat, merasa, usahanya jauh lebih berkah usai memutuskan untuk tidak meminjam dari bank keliling atau rentenir. Meskipun proses pencairan dana melalui bank keliling lebih cepat, namun Hermawan mengaku sudah kapok meminjam dari bank keliling.

"Saya dulu pernah pinjam ke bank keliling untuk modal, namun saya sudah kapok. Kok rasanya kaya nggak berkah usaha saya," kata Hermawan.

Dia sadar, meminjam dari bank keliling atau rentenir merupakan riba. Dia pun khawatir rezeki yang akan didapatnya bakal jauh dari ridha Allah SWT. Akhirnya pada Oktober 2016, Hermawan memutuskan untuk menjadi anggota KSM Insan Usaha Berdaya, di bawah binaan LAZ Al Azhar melalui program Sejuta Berdaya. Program ini merupakan program pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat kurang mampu yang diluncurkan LAZ Al Azhar. Program ini memberikan bantuan modal dan pelatihan kewirausahaan pada penerima manfaat.

Hermawan memang sedang membutuhkan suntikan modal untuk membeli perahu yang baru, karena perahunya yang lama sudah rusak dan lapuk. Di KSM ini, Hermawan mendapatkan pinjaman dana bantuan tanpa riba untuk membeli perahu yang baru.

Saat ini, hasil tangkapan ikan Hermawan pun naik drastis. Jika biasanya dalam sehari dia hanya bisa mendapatkan 50 kg, kini rata-rata, Hermawan bisa mendapatkan 100 kg ikan per hari. Hermawan menjual hasil tangkapan ikannya ke Pasar Caringin, Bandung, Jawa Barat.

Direktur Eksekutif LAZ Al Azhar, Sigit Iko Sugondo, menuturkan, program itu memang tidak hanya membantu penerima manfaat secara materi, tetapi juga ada pengajian rutin guna memberikan penguatan ruhani kepada penerima manfaat. Selain itu, ada pula pemberian pelatihan kewirausahaan kepada para penerima manfaat supaya dapat mengembangkan usahanya.

"Pelatihan wirausaha juga rutin digulirkan untuk menyuntikan energi semangat enterpreneur kepada para anggota KSM," ujar Sigit dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (2/3).