Selasa , 14 February 2017, 07:32 WIB

Panen di Desa Gemilang Makin Melimpah dengan Pupuk Organik

Red: Dwi Murdaningsih
al azharpeduli
Petani di Desa Gemilang menggunakan pupuk organik.
Petani di Desa Gemilang menggunakan pupuk organik.

REPUBLIKA.CO.ID, WONOGIRI – Petani di desa binaan LAZ Al Azhar di Dusun Baran, Mundu, Desa Puloharjo, Kec. Eromoko, Wonogiri kini makin sumringah. Sebab, hasil panen padi musim tanam ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Penggunaan pupuk padat organik Umbaran yang diproduksi sendiri dari pemanfaatan limbah hayati pertanian selain dapat menurunkan biaya produksi juga mampu meningkatkan hasil sekaligus melestarikan alam.

Masyarakat Baran- Mundu hampir 100 persen bertani dan beternak. Keseharian mereka banyak dihabiskan di ladang dan sawah. Pertanian padi menjadi primadona masyarakat yang dijalankan dengan pola tanam yang biasa. Ketika program Indonesia Gemilang belum masuk desa ini, petani mengandalkan pupuk kimia sebagaimana lazimnya petani di tempat lain.

Karena fokus penghasilan dan aktivitas masyarakat di sawah dan ladang, maka kandang sapi dan kambing yang berada di belakang rumah kurang terurus. Kotoran ternak dibiarkan menumpuk sehingga aroma dari kandang terkadang terhirup hingga ke dalam rumah. Belum lagi sisa pakan yang juga menurunkan kualitas kebersihan lingkungan rumah.

Di tahun 2015 masuklah program Indonesia Gemilang LAZ Al Azhar dengan menempatkan satu orang pendamping yang disebut Dasamas (Da’i Sahabat Masyarakat). Kemudian pada Juli 2015 dibentuk rumah pupuk organik padat yang diberi nama Umbaran (Usaha masyarakat Mundu Baran) melalui Saung Ilmu untuk masyarakat yang berada di Baran, Mundu, untuk membangun kampungnya.

Kini Umbaran sudah mampu memproduksi hingga 10 ton pupuk organik, dan semua pupuk telah dimanfaatkan oleh petani setempat. Bahkan petani dari luar desa pun ikut memesan hingga para petugas Umbaran harus rela lembur demi mengejar target memproduksi pupuk pesanan petani.

Alasan penggunaan pupuk organik di petani Baran – Mundu ternyata bermacam macam. Pertama, faktor bahan dasarnya yang melimpah di rumah mereka. Dampak lanjutannya pun dapat membersihkan dan menyehatkan rumah petani. Kedua, biaya pengadaan pupuk organik yang lebih murah hingga 30 persen per hektare dibanding dengan pupuk kimia. Ketiga, hasil panen padi lebih berisi dan lebih berat bobot padinya, sehingga nilai jualnya lebih baik dari pada pada menggunakan pupuk kimia.

Sumber : al azharpeduli.com