Sunday, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Sunday, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Detoks Digital Akhir Pekan, Upaya Menyeimbangkan Kehidupan

Ahad 18 March 2018 13:13 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Dwi Murdaningsih

Wanita kecanduan gadget (Ilustrasi)

Wanita kecanduan gadget (Ilustrasi)

Foto: TheSun
Detoks digital adalah tentang hidup dengan teknologi dengan cara yang seimbang.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kebanyakan orang kini memiliki hidup yang semakin sibuk ,menegangkan dan lebih banyak tuntutan. Tapi, banyak dari kita tidak mampu melarikan diri untuk rehat sejenak setiap beberapa bulan. Jadi, bagaimana kitabisa mematikan dan mengisi ulang energi dengan mudah?

Penulis Tanya Godin memiliki cara yang tidak membutuhkan energi, biaya dan waktupanjang, yakni detoksifikasi digital pada akhir pekan. "Cara ini bukan tentang melempar gawai ke keranjang sampah lalu beralih ke gaya hidup tanpa teknologi.Ini bukan tentang melepas dunia digital sama sekali," ujarnya dilansir dari Daily Mail, Ahad (18/3).

Detoks digital adalah tentang belajar hidup dengan teknologi dengan cara yang sehat. Godin mengatakan, kuncinya adalah keseimbangan. Menurut Survei Konsumen Deloitte Mobile yang dilakukan tahun lalu, 35 persen responden memeriksa telepon dalam waktu lima menit setelah bangun tidur. Sementara, sebanyak 70 persen menggunakan telepon ketika makan bersama keluarga dan teman dekat.

Godin memastikan, bukan berarti dunia digital itu buruk. Itulah sebabnya, banyak orangkini selalu memegang gawai di tangan mereka sepanjang waktu. "Tapi, ini akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental," ucapnya.

Gawai layaknya raja kecil dalam kantong yang membutuhkan perhatian secara terus menerus. Godin menjelaskan, manusia butuh untuk melepaskan cengkraman gawai  dan mengembalikannya ke tempat seharusnya mereka berada.

Kini, sudah ada beberapa orang yang mulai sadar mematikan gawai dan beristirahat secara teratur dari media sosial pada akhir pekan. Tujuannya, agar mereka bisa mengisi ulang energi untuk bekerja selama sepekan ke depan. Secara jangka panjang, kebiasaan ini bisa menghasilkan pekerjaan dan keseimbangan kehidupan yang baik.

Penulis Peace Mitchell menyebutkan, ada sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk detoks digital. Di antaranya, tetapkan hari bebas digital, termasuk telepon. Luangkan waktu untuk menikmati kesenangan sederhana seperti pergi piknik dan membaca buku.

Ketika makan malam bersama, Mitchell menganjurkan untuk taruh semua gawai di tengah meja. "Yang pertama menyentuh atau mengangkat telepon mereka, harus membayar tagihan," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA