Minggu, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Minggu, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Guru Komputer di Ghana yang Viral Curi Perhatian Microsoft

Ahad 18 Maret 2018 05:50 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Israr Itah

Tangan sedang mengetik di keyboard komputer (ilustrasi)

Tangan sedang mengetik di keyboard komputer (ilustrasi)

Foto: VOA
Ia menggambar layar komputer lengkap dengan toolbar-nya di papan tulis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masih ingatkah Aanda pada sosok guru komputer asal Ghana bernama Richard Appiah Akoto? Beberapa waktu lalu ia menjadi viral lantaran mengajar komputer kepada murid-muridnya dengan cara menggambar layar komputer lengkap dengan toolbar-nya di papan tulis.

Rupanya metode mengajar Akoto yang tak biasa ini menarik perhatian Microsoft. TechCrunch seperti dikutip Republika, Ahad (18/3), melaporkan, raksasa teknologi itu berencana memberi bantuan perangkat komputer setelah melihat kurangnya infrastruktur pengajaran komputer di sekolah tersebut.

"Murid-murid punya beberapa pengetahuan tentang komputer tapi mereka tidak tahu bagaimana cara mengoperasikannya," ungkap Akoto saat diundang ke acara Education Exchange di Singapura pekan ini.

Melihat kenyataan tersebut, Microsoft menawarkan bantuan berupa komputer dan perangkat lunak (software) untuk sekolah di mana Akoto mengajar. Untuk diketahui, Akoto mengajar di Betenase Municipal Assembly Junior High School di kota kecil bernama Sekyedomase.

Tak hanya itu, Microsoft juga menawari Akoto mengikuti program sertifikasi pendidik. "Microsoft berkomitmen menyediakan laboratorium komputer lengkap dengan dukungan yang memadai untuk sekolah itu. Kami juga sedang dalam tahap pembicaraan dengan Menteri Pendidikan Ghana mengenai bagaimana cara terbaik memberikan bantuan ini," demikian juru bicara Microsoft mengonfirmasi.

Saat ditanya mengapa Akoto menerapkan metode pengajaran yang lumayan merepotkan seperti itu, ia memberi jawaban yang menunjukkan betapa menyedihkannya kondisi sekolah. Saat ini hanya ada satu komputer milik sekolah dan satu laptop kepunyaannya. Dua-duanya rusak sehingga Akoto memutuskan menggambar wujud layar komputer di papan tulis dengan kapur. 

"Aku harus memberikan yang terbaik dan ingin mengajarkan mereka bagaimana mengoperasikan Microsoft Word. Jadi aku memutuskan menggambar di papan tulis," ungkapnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA