Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Facebook Akhirnya Buka Pusat Pelatihan di Eropa

Senin 22 January 2018 17:01 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Winda Destiana Putri

Facebook

Facebook

Foto: hardware.com
Facebook berkomitmen melatih satu juta orang selama dua tahun ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Facebook akan membuka tiga pusat pelatihan baru di Eropa, untuk melatih orang-orang dalam keterampilan digital. Facebook berkomitmen melatih satu juta orang selama dua tahun ke depan, yang menjadi bagian dari dorongan media sosial untuk menunjukkan kontribusinya terhadap blok tersebut.

Perusahaan AS, yang telah menghadapi tekanan peraturan di Eropa mengenai masalah mulai dari privasi hingga antimonopoli mengatakan, akan membuka tiga 'pusat keterampilan masyarakat' di Spanyol, Polandia dan Italia. Mereka menginvestasikan 10 juta euro (12,2 juta Dolar AS) di Prancis melalui fasilitas penelitian kecerdasan buatan.

''Orang-orang khawatir bahwa revolusi digital meninggalkan orang-orang. Kami ingin memastikan bahwa kita berinvestasi dalam keterampilan digital untuk membuat orang memiliki keterampilan yang mereka butuhkan untuk berpartisipasi penuh dalam ekonomi digital,'' ucap Sheryl Sandberg, chief operating officer Facebook, dikutip dari Reuters, Senin (22/1).

Hub Komunitas menawarkan pelatihan keterampilan digital, melek media dan keamanan online kepada kelompok-kelompok yang memiliki akses terbatas terhadap teknologi, termasuk orang tua, muda dan pengungsi. Sheryl ingin memastikan orang melihat bahwa Facebook berinvestasi secara lokal, bukan hanya dalam teknologi, tapi juga berinvestasi pada manusia.

Langkah Facebook datang saat negara-negara UE membahas proposal untuk menaikkan tagihan pajak perusahaan multinasional berteknologi tinggi. Setelah mendapat tekanan dari negara-negara besar yang menuduh perusahaan-perusahaan seperti Amazon, Google, Apple dan Facebook untuk mengurangi tagihan pajak dengan mengarahkan kembali keuntungan UE ke negara-negara dengan pajak rendah seperti Luksemburg dan Irlandia.

Baca juga: Hindari Buka Tautan di Facebook

Negara-negara Uni Eropa yang lebih kecil, seperti Luksemburg atau Malta, berpendapat langkah tunggal EU mengenai reformasi pajak perusahaan akan merusak ekonominya dan menguntungkan para pesaingnya. Menurut sebuah laporan oleh seorang anggota parlemen Uni Eropa tahun lalu, negara-negara Uni Eropa bisa saja kehilangan 5,4 miliar euro dalam pendapatan pajak dari Google dan Facebook antara tahun 2013 dan 2015.

Melalui program Community Boost EU-nya, Facebook akan bekerja dengan usaha kecil dan start up untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang. Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu akan melakukan pelatihan langsung untuk 100 ribu usaha kecil dan menengah pada tahun 2020 dan pelatihan online untuk 250 ribu bisnis.

''Apa yang kami temukan adalah ketika bisnis kecil menggunakan teknologi, ketika bisnis kecil menggunakan Facebook, mereka merekrut,'' kata Sheryl.

Eksekutif Uni Eropa telah menekankan perlunya meningkatkan kemampuan digital orang-orang Eropa untuk membantu menurunkan tingkat pengangguran dan memungkinkan Eropa menciptakan raksasa digitalnya sendiri. Facebook sebelumnya telah membuka pusat serupa di negara-negara seperti Nigeria dan Brasil.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA