Ahad , 14 Januari 2018, 01:19 WIB

Teknologi 5G Lahir, Jaringan 2G Terancam Punah

Rep: Nora Azizah / Red: Gita Amanda
Techradar
Teknologi jaringan 5G. Ilustrasi
Teknologi jaringan 5G. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Infromatika (Kominfo) Republik Indonesia, jumlah pelanggan 2G di Indonesia masih ada sekitar 30 persen dari total pengguna jaringan operator Tanah Air. Hal tersebut menandakan bahwa jaringan 2G memang belum bisa dihilangkan. Namun pemerintah berencana akan menutup jaringan tersebut setelah 5G lahir.

Vice President of Network Solution Ericsson Indonesia Ronni Nurmal mengatakan, jaringan 2G memang diprediksi akan punah setelah 5G mulai terimplementasi secara matang. "Ada potensi dihilangkan, namun dalam beberapa waktu ke depan penggunanya menurun," lanjut Ronni. Jaringan generasi ke dua atau 2G sudah diterapkan lebih dari 20 tahun lalu. Keberadaannya mungkin akan hilang seiring dengan perkembangan teknologi. 
 
Matinya 2G tidak akan secara langsung tetapi perlahan karena pengguna ponsel akan mulai beralioh ke teknologi yang jauh lebih canggih. Ketika ada sebuah teknologi yang jauh lebih mumpuni dan mampu memberikan layanan lebih, konsumen pasti akan memilih teknologi tersebut.
 
Saat ini, penggunaan 4G di dalam negeri memang masih belum merata. Hal tersebut bisa disebabkan banyak faktor, salah satunya pemerataan ketersediaan perangkat dan jaringan. Namun ketika teknologi di atas 4G telah diterapkan, secara perlahan masyarakat akan mengubah kebutuhannya terhadap komunikasi.
 
Sementara itu terkait aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Ronni mengungkapkan bahwa peraturan tersebut baik dilanjutkan untuk perangkat 5G di masa depan. Akan jauh lebih bijak apabila ada proses atau bagian komponen yang bisa diciptakan dan dilakukan di dalam negeri. Dengan demikian Indonesia tidak hanya tercatat sebagai target pasar dunia tetapi juga pelaku industri.
 
Kemudian bila berkaca pada penerapan generasi jaringan sebelumnya, seharusnya pengurangan impor bisa terlaksana. "Apabila 5G telah disiapkan dengan matang tidak menutup kemungkinan implementasinya akan jauh lebih baik dari generasi sebelumnya," ujar Ronni.