Jumat , 29 Desember 2017, 13:06 WIB

Software Bajakan Menjadi 'Jembatan' Hacker Menambang Bitcoin

Rep: Nora Azizah/ Red: Winda Destiana Putri
ictworks.org
Software bajakan (ilustrasi)
Software bajakan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ahli dari Kaspersky Lab mengidentifikasi sebuah aksi penuipuan dengan menggunakan perangkat lunak atau software bajakan. Virus tersebut dipasang secara diam-diam oleh para pelaku melalui software bajakan.

Beberapa software tersebut, antara lain edit foto, teks, dan sebagainya. Para pelaku kemudian menambang bitcoin atau mata uang berbasis teknologi cryptocurrency.

Pasar mata uang kripto kini terus berkembang di dunia. Menurut laporan tahunan Kaspersky Security Bulletin, penambangan mata uang kripto menjadi salah satu tren utama pada 2017. Tren tersebut telah dilihat Kaspersky dari tahun sebelumnya ketika penggunaan software mining di tengah popularitas Zcash. Setahun kemudian para penambang bermunculan.
 
Sebagai contoh, aksi penipuan terbaru yang ditemukan para ahli Kaspersky Lab belum lama ini menemukan sejumlah situs yang menawarkan pemilik perangkat untuk mengunduh software gratis. Di dalamnya terdapat banyak aplikasi dan program komputer terpopuler. Para pelaku bahkan menggunakan nama situs yang mirip dengan website resmi pembuat software.
 
Singkat prose, setelah dipasang di dalam PC para penambang secara diam-diam mengoperasikan komputer korban untuk menghasilkan mata uang kripto. Menurut penelitian, kasus didominasi penggunaan perangkat lunak NiceHash yang belum lama ini mendapatkan pelanggaran keamanansiber cukup besar. Beberapa korban juga diketahui terhubung dengan mining pool serupa.
 
"Meski tidak berbahaya, mining pool bisa mengurangi kinerja dari perangkat sehingga berpengaruh terhadap pengalaman online para pengguna," kata Analis Malware Kaspersky Lab Alxander Kolesnikov, pekan lalu di Jakarta. Selain itu, dampak negatif juga terasa terhadap kenaikan tagihan listrik para korban.