Rabu , 27 December 2017, 05:39 WIB

Perubahan Instagram Ikuti Gaya Hidup Pengguna

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Winda Destiana Putri
pixabay
Instagram
Instagram

REPUBLIKA.CO.ID, Masih ingat pertama kali media sosial Instagram muncul pada akhir 2010 lalu? Dengan logo kamera instax sesuai dengan makna dari kata Intagram hadir meramaikan media sosial lain.

Instagram berasal dari kata instant camera dan telegram. Berarti, Instagram adalah aplikasi layanan berbagi foto dan video secara instan yang dibagikan ke publik. Terhitung pada April 2017, pengguna Instagram sudah menyentuh angka 700 juta akun diseluruh dunia.

Dengan banyaknya perkembangan pengguna akun, Instagram terus berinovasi dengan membuat fitur-fitur baru dalam aplikasinya. Pada awalnya, aplikasi ini hanya dapat mengunggah foto dan video dalam ukuran 1:1 dan para pengguna membagikan foto berbau fotografi dengan menggunakan tagar untuk mempermudah pencarian.

Namun Instagram menyebutkan bahwa aplikasi tersebut bukanlah sebagai media sosial berbagi foto, namun lebih pada iklan dan portofolio marketing perusahaan maupun pribadi. "Semakin banyak pengiklan, kami memfasilitasi sesuai minat dari para pengguna sehingga produk yang dijual menjadi tepat sasaran," kata kepala operasi bisnis Instagram, James Quarles dalam laman Fast Company.

Kini Instagram sudah memiliki banyak sekali fitur untuk mempermudah penggunanya. Fungsi awal sebagai berbagi foto pun beralih. Ada fitur Instagram Stories dimana unggahan pengguna akun akan hilang dalam waktu 24 jam dan Instagram Live dimana pengguna dapat melakukan siaran langsung untuk ditonton sesama pengguna Instagram.

Bahkan sekarang, pengguna instagram dengan banyak pengikut dan menjadi influencer bagi pengikutnya, yang dikenal dengan sebutan selebgram. Sebut saja selebgram Karin Novilda, Rachel Vennya, Aron Ashab, Rachel Goddard dan selebgram lain yang menggunakan instagram untuk memulai karir atau bahkan menggunakan instagram sebagai portofolio mereka.

"Saya merasa memang Instagram sekarang dibuat untuk branding, dengan adanya fitur archive, atau ada paid partnership, terus ada highlight yang baru keluar juga itu untuk brand," kata fotografer dan influencer akun @iwwm, Wahyu Mahendra.

Senada dengan yang diungkapan oleh Wahyu, beauty vlogger Rachel Goddard juga menuturkan bahwa instagramnya merupakan portofolio untuk pekerjaannya sebagai Make Up Artist (MUA). "Tapi dari sana (Instagram dan Youtube) justru dapat kerja sama untuk review suatu produk kecantikan," lanjutnya.