Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Facebook Blokir 99 Persen Konten Teroris Menggunakan AI

Jumat 15 December 2017 05:08 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Winda Destiana Putri

Artificial Intelligence. Ilustrasi

Artificial Intelligence. Ilustrasi

Foto: Huffingtonpost

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Facebook mengklaim telah memblokir 99 persen konten yang berkaitan dengan ISIS dan Alqaidah, bahkan sebelum menerima laporan. Hal tersebut dilakukan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Memeriksa konten saat ini dilakukan oleh sistem otomatis yang mengandalkan berbagi kode unik yang disebut hash dengan organisasi lain. Pengumuman tersebut dibuat saat Facebook mempersiapkan pertemuan dengan pihak berwenang Eropa untuk menangani konten ekstremis secara online.

Delapan puluh tiga persen dari 'konten teror' akan dihapus dalam waktu satu jam setelah diupload. Monika Bickert, kepala manajemen kebijakan global, dan Brian Fishman, kepala kebijakan anti-terorisme di Facebook, menulis dalam sebuah posting blog. Posting blog ini muncul sepekan sebelum Facebook dan perusahaan media sosial lainnya seperti Google dan Twitter, bertemu dengan pemerintah Uni Eropa dan eksekutif UE untuk membahas bagaimana cara menghapus konten ekstremis dan pidato kebencian secara online.

Komisi Eropa pada bulan September mengatakan kepada perusahaan media sosial, untuk menemukan cara menghapus konten lebih cepat, termasuk melalui teknologi deteksi otomatis, atau menghadapi kemungkinan undang-undang yang memaksa mereka melakukannya.

Facebook saat ini mengandalkan hacker mereka dan kecerdasan buatan untuk melihat apakah sebuah pos harus dihapus atau tidak. Pendiri Facebook Mark Zuckerberg merinci rencana berbasis AI-nya pada bulan Februari.

Namun akan dibutuhkan bertahun-tahun untuk mengembangkan sistem itu. Dia mengatakan, akhirnya algoritma akan melihat terorisme, kekerasan, dan bahkan membuat orang-orang berisiko bunuh diri.

''Masih awal, namun hasilnya menjanjikan, dan kami berharap AI (artificial intelligence) akan menjadi alat yang lebih penting di gudang perlindungan dan keamanan di internet dan di Facebook,'' jelas Bickert dan Mr Fishman, dikutip dari Dailymail, Kamis (30/11).

Pada bulan Juni, Facebook mengatakan telah menggenjot penggunaan kecerdasan buatan, seperti pencocokan gambar dan pemahaman bahasa, untuk mengidentifikasi dan menghapus konten dengan cepat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA