Selasa , 05 Desember 2017, 23:01 WIB

Penggunan Internet tidak Sehat Masih Jadi Masalah

Rep: s bowo pribadi/ Red: Esthi Maharani
alarabiya
Internet
Internet

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemanfaatan internet yang tidak sehat masih menjadi persoalan di Indonesia. Di luar pornografi, internet tidak sehat ini juga jamak dimanfaatkan untuk menyebarluaskan konten-konten negatif yang cenderung memecah belah.

Hal ini ditegaskan Direktur Ekosistem Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Danny Januar, dalam Seminar Sehari bertajuk Pemanfaatan Teknologi ITE Sebagai Sarana Merawat Kebhinekaan yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (5/12).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan populasi pengguna internet cukup besar. Data yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna Internet diIndonesia tahun 2016 sebanyak 132,7 juta atau sekitar 51,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 256,2 juta jiwa. Angka ini meningkat 44,6 juta jiwa dalam kurun waktu dua tahun. Pada tahun 2014 angka pengguna internet di negeri ini masih sebesar 88,1 juta jiwa.

"Pengguna internet terbanyak ada di pulau Jawa, dengan total populasi 86.339.350 pengguna (65 persen) dari total penggunan Internet di tanah air," katanya.

Di satu sisi, lanjut Danny, teknologi Informasidan Transaksi Elektronik (ITE) pemanfaatan internet bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Seperti untuk usaha, penguatan ilmu (upgrade skill), komunikasi sosial dan hiburan.

Namun di sisi lain ada juga pihak- pihakyang memanfaatkan internet ini dengan tidak sehat. Sehingga memberikan dampak yang tidak bermanfaat di masyarakat, seperti gosip, bullying, anti sosial, invaliditas informasi hingga penyebaran konten- konten dewasa atau konten merugikan lainnya. Termasuk isu kebhinekaan, intoleransidan isu negatif lainnya.