Jumat , 01 Desember 2017, 05:40 WIB

Google 'Memata-matai' Pengguna Lewat Asisten Suara?

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Winda Destiana Putri
Google
Google

REPUBLIKA.CO.ID,MOUNTAIN VIEW -- Google diduga 'memata-matai' pengguna lewat Voice Assistant alias Asisten Suara. Tanpa disadari, fitur andalan perusahaan teknologi yang berbasis di Mountain View, California, AS, itu merekam semua yang dikatakan pengguna di sekitar ponsel.

Fitur memang dirancang untuk memungkinkan pengguna berbicara kepada gawai saat melakukan pencarian web otomatis, mengaktifkan aplikasi, dan fungsi interaktif lainnya. Sebagai bagian dari prosesnya, Google menyimpan salinan klip yang dibuat setiap kali fitur dipakai.

Namun, belakangan diketahui bahwa obrolan latar belakang cukup untuk memicu perekaman. Laman Daily Mail telah menerima sejumlah transkrip percakapan dari Asisten Suara Google yang menunjukkan bahwa perekaman bisa saja terjadi saat pengguna tidak menginginkannya.

Sebuah transkrip tertulis menunjukkan pengguna anonim yang tidak sadar suaranya terekam, sedang menginformasikan kode sistem entri keamanan rumah kepada seorang teman. Beberapa rekaman lain memperdengarkan obrolan tentang aplikasi teknologi dan suara umpatan.

Juru bicara perusahaan tersebut mengatakan Google tidak menyalahgunakan rekaman pengguna yang tidak sadar memicu aktivasi Asisten Suara. Rekaman hanya digunakan untuk kepentingan fungsi fitur dan tidak pernah dikirim ke komputasi awan.

"Kami hanya memproses pencarian suara setelah ponsel mendeteksi suara "OK Google". Cuplikan audio digunakan oleh Google untuk meningkatkan kualitas pengenalan ucapan di fitur penelusuran," ujarnya.

Google sebelumnya juga merilis fitur "Aktivitas Saya" yang mendaftar berapa banyak informasi yang dikumpulkan Google tentang pengguna dan aktivitas daring mereka. Pengguna yang tidak nyaman bisa menghapus sendiri informasi riwayat suara dan pencarian yang tertera pada fitur.