Jumat , 10 November 2017, 20:29 WIB

Upaya Facebook Tekan Konten Kekerasan

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Winda Destiana Putri
AP
Facebook (ilustrasi)
Facebook (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Facebook Mark Zuckerberg mengatakan mempersempit ruang kekerasan dalam jejaring sosial lebih penting daripada memaksimalkan keuntungan perusahaan. Salah satu upayanya, Facebook berencana akan berinvestasi di bidang keamanan.

"Komunitas kami terus tumbuh sejalan dengan bisnis yang menunjukkan tren membaik. Namun, hal itu menjadi tidak berarti jika layanan kami tidak membawa masyarakat bersatu," ujar Zuckerberg dikutip The Hollywood Reporter.

Zuckerberg mengaku serius menghindari kekerasan dalam platformnya. Menurut Zuckerberg, perusahaannya telah banyak berinvestasi dibidang keamanan yang juga berdampak kepada keuntungan perusahaan.

"Melindungi komunitas kami lebih penting dari sekadar mengejar keuntungan," kata dia.

Zuckerberg juga mengatakan video akan menjadi area yang difokuskan untuk investasi keamanan pada 2018 mendatang. Ke depan, Facebook akan fokus memberikan konten-konten yang dapat membangun interaksi positif antar sesama pengguna.

Tidak hanya itu, terkait iklan, Facebook juga akan menetapkan aturan bahwa tidak semua konten video dapat didukung oleh iklan. Facebook akan selektif memilih konten yang bisa mendapat dukungan dari pengiklan.

Hingga pada kuadran ketiga tahun ini, pengguna Facebook tumbuh sebesar 16 persen. Pertumbuhan ini membuat pendapatan Facebook juga meningkat menjadi 1,37 milyar dari pengguna aktif harian.