Rabu , 08 November 2017, 22:14 WIB

Penjahat Siber Serang Gim Online dan Mata Uang Virtual

Rep: Nora Azizah/ Red: Winda Destiana Putri
Flickr
Kejahatan siber
Kejahatan siber

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kaspersky Lab baru menerbitkan laporan DDoS Intelligence untuk kuarta ke tiga 2017. Berdasarkan laporan dari para ahli, DDoS berhasil menyerang 98 negara di beberapa organisasi.

Padahal sebelumnya hanya menembus 86 negara. Laporan tersebut juga menunjukkan terjadi perubahan terhadap 10 negara. Rusia naik dari posisi tujuh ke empat, sementara Prancis dan Jerman menggantikan Australia serta Italia.

Menariknya, hasil laporan menyebutkan serangan DDoS banyak menyerang layanan gim online, seperti Final Fantasy, Blizzard Entertainment, American Cardroom, dan UK National Lottery. Para ahli menyimpulkan, serangan DDoS banyak menyerang platform yang menawarkan koin atau Initial Coin Offering (ICO). Penawaran tersebut menggunakan teknologi blockchain.
 
Serangan DDoS bertujuan untuk mendiskreditkan layanan. Bahkan yang jauh lebih parah, serangan berfungsi sebagai manuver untuk mengganggu selama aksi pencurian sebenarnya berjalan. "Layanan ini menjadi target favorit DDoS," ujar Head of Kaspersky DDoS Protection Kaspersky Lab Kirill Ilganaev, Rabu (8/11). Padahal, downtime yang diterima perusahaan tidak hanya merugikan perusahaan dari segi finansial tapi juga reputasi.
 
Saran para ahli, perusahaan terkait sebaiknya segera melakuka pendekatan untuk mendelegasikan perlindungan dari DDoS. Sebab, wajar saja penjahat siber menargetkan serangan DDoS untuk game online dengan omzet ratusan juta dollar, serta mata uang virtual yang kini tengah banyak digunakan pengguna internet. Namun, banyak perusahaan belum menaruh perhatian terhadap serangan DDoS tersebut.