Jumat , 03 November 2017, 00:11 WIB

Startup Andalkan LinkedIn Saat Cari Pegawai

Rep: Nora Azizah/ Red: Indira Rezkisari
EPA
LinkedIn
LinkedIn

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi milenials, curriculum vitae (CV) kini tidak hanya berbentuk tulisan di atas kertas. Para perekrut mulai menggunakan platform LinkedIn untuk merekrut pegawai. Meski demikian, profil calon pegawai juga perlu dikemas menarik. Namun, tentu jangan berbohong dengan data-data yang dimasukkan.

Chief Executive Officer (CEO) BukaLapak Achmad Zaky mengatakan, saat ini banyak Startup mengandalkan LinkedIn untuk merekrut pegawai. "Mayoritas startup menggunakan LinkedIn, termasuk kami," ujar Zaky dalam acara Media Sharing LinkedIn di Jakarta, kemarin. Sebab, proses seleksi menjadi lebih mudah.

Ada dua sumbu yang dipakai di dalam LinkedIn, yakni hardskill dan softskill. Biasanya hardskill memang membutuhkan dokumen mendalam, seperti ijazah dan identitas. Hal tersebut bisa dipenuhi ketika pelamar melakukan proses interview. Namun untuk softskill, poin tersebut sangat penting dicantumkan di dalam profil LinkedIn.

Zaky mengungkapkan, kelebihan softskill jarang ditemui. Untuk menemukan bakat pada diri karyawan membutuhkan proses. Namun ketika dicantumkan di dalam profil tentu akan lebih mempermudah. Pelamar bisa menulis kelebihan yang dimilikinya selain pendidikan formal yang sudah dicapai.

BukaLapak selalu mengutamakan softskill disamping pendidikan formal. Sebab, seseorang dengan softskill mumpuni menandakan kreativitas dan semangat belajar. Ia menyarankan ketika menulis skill di dalam profil agar tidak berbohong. "Jujur saja dengan diri sendiri," lanjut Zaky.