Ahad , 24 September 2017, 18:54 WIB

Badan Siber Diperlukan Saat Pemilu

Red: Dwi Murdaningsih
Keamanan siber
Keamanan siber

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Keberadaan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dinilai dibutuhkan saat Pemilu 2019 maupun pemilihan kepala daerah pada tahun depan. Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC) Pratama Persadha mengatakan hingga saat ini BSSN belum memiliki susunan organisasi tata kerja (SOTK).

Ia memperkirakan wilayah siber akan menjadi ajang saling serang hoaks (hoax) menjelang Pemilu 2019, baik Pemilu Presiden RI maupun pemilu anggota legislatif.  Dalam hal ini, BSSN juga diharapkan mengambil peran yang krusial untuk mengamankan wilayah siber dari upaya kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab yang berusaha memperkeruh suasana lewat media sosial maupun media lainnya di internet.

Begitu pula, dalam pemilihan kepala daerah serentak pada tahun 2018, tidak akan lepas dari kampanye di wilayah siber, terutama lewat media sosial. "Tidak akan menutup kemungkinan kelompok semacam Saracen muncul dan ikut memperkeruh suasana. Ini jelas tidak bagus. Belum lagi, upaya-upaya peretasan pada penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu," katanya.

Menyinggung soal pengambilan dan penghitungan suara masih secara manual, menurut Pratama, masih ada kemungkinan penggunaan teknologi guna mempercepat hasil pemilu supaya masyarakat mengetahui pemenangnya. "Apalagi, hasil pemilu biasanya disosialisasikan lewat web resmi penyelenggara pemilu maupun lembaga lain. Di sinilah ada kerentanan yang bisa dieksploitasi oleh para peretas," katanya.

Di Amerika Selatan, misalnya, sudah jamak ditemui para kontestan pemilu menyadap dan memanipulasi hasil pemilu lewat jalan meretas. "Kita berharap apa yang terjadi di Amerika Serikat tidak terjadi di Tanah Air. Oleh karena itu, keberadaan BSSN sangat krusial ikut membantu kelancar pemilu," katanya.

Selain masalah pemilu, katanya lagi, BSSN sebenarnya bisa dilihat sebagai kesungguhan pemerintah membangun ekonomi digital yang aman dan nyaman. Di samping pemilu dan ekonomi digital, menurut Pratama, peran penting BSSN adalah meningkatkan perlindungan terhadap infrastruktur kritis, seperti perbankan, Pertamina, komunikasi bandara, dan instansi pemerintah yang sering mendapatkan serangan.

"Bahkan, tanpa ada serangan siber sekalipun, infrastruktur kritis tersebut masih sangat rentan bila sistem yang dibangun meninggalkan banyak celah keamanan," ujarnya.

Sumber : antara
TAG

Berita Terkait