Senin , 19 Juni 2017, 18:49 WIB

Pengeluaran Biaya Digital Advertising Diprediksi Meningkat

Rep: desy susilawati/ Red: Esthi Maharani
ecommerce
ecommerce

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, Meningkatnya kebutuhan digital marketing campaign perusahaan di Indonesia tidak sebanding dengan sedikitnya jumlah talenta atau sumber daya manusia yang ada saat ini. Kelangkaan talenta di industri digital mengakibatkan lonjakan biaya untuk merekrut atau membentuk in-house tim yang ideal.

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan digital marketing campaign juga terlihat dari pengeluaran digital advertising pada tahun 2015 yang mencapai 200 juta dollar AS dan diprediksi mencapai 2,7 milliar dollar AS di tahun 2025 menurut penelitian Google Temasek. Dengan kata lain, pengeluaran biaya digital advertising pada tahun 2017 diperkirakan meningkat mencapai 507 juta dollar AS.

“Maka dari itu Kofera Technology, perusahaan startup teknologi penyedia platform otomasi marketing asal Indonesia, hadir untuk menutup gap yang ada antara kebutuhan digital marketing campaign yang tinggi, kelangkaan dan tingginya biaya membentuk in-house team serta semakin meningkatnya belanja digital advertising,” jelas CEO Kofera Technology, Bachtiar Rifai dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (18/6).

Melalui platform otomasi marketing yang cerdas, Kofera dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuan marketing campaign secara efektif dan efisien. Efektifitas digital marketing campaign diukur dari penggunaan sumber daya manusia, perangkat, platform / software dan jumlah waktu yang dihabiskan, disini Kofera berperan mengintegrasikan dan melakukan otomasi proses marketing menjadi lebih efektif dengan sumber daya yang saat ini dimiliki perusahaan.

“Dalam hal efisiensi, Kofera membantu perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan budget dengan algoritma yang cerdas agar biaya dapat dipangkas namun tetap mencapai tujuan marketing campaign,” ujarnya.

Kofera menawarkan empat modul fundamental yang terdiri dari Campaign Builder, Optimizer, Monitoring dan Analytics. Modul tersebut terintegrasi dengan digital channel yang meliputi search, display, remarketing, dan social media. Platform telah dioptimalkan secara bervariasi untuk mencapai tujuan digital marketing campaign masing - masing perusahaan dengan berbagai latar belakang industri dan skala perusahaan serta target pelanggan yang disasar.

Untuk klien Usaha Kecil Menengah (UKM), Kofera memberikan solusi yang memungkinkan untuk beriklan di digital channel sangat mudah berkat tampilan antar muka yang bersahabat, serta bantuan otomasi AI dan machine learning. Di level yang lebih tinggi seperti model bisnis e-commerce yang memiliki banyak inventory dan data yang besar, otomasi marketing Kofera berperan untuk memangkas proses pengerjaan marketing campaign yang manual, berulang dan memakan waktu.

“Satu hal yang menjadi differensiasi Kofera dengan kompetitor adalah penggunaaan machine learning end-to-end dalam layanan campaign dan menyatukan campaign building dan campaign monitoring sekaligus optimisasi,” tambahnya.

Kecerdasan platform otomasi marketing Kofera juga memberikan solusi integrasi digital marketing channel report dalam satu platform, sehingga memudahkan klien untuk menganalisa dan menemukan wawasan lebih lanjut dengan melihat dari keseluruhan laporan dalam satu platform.

Berita Terkait