Sabtu , 17 Juni 2017, 06:05 WIB

Facebook Gunakan Artificial Intelligence Cegah Terorisme

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Ilham Tirta
AP
Facebook (ilustrasi)
Facebook (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris telah menjadi sasaran tiga serangan teror besar pada 2017. Sebanyak 35 korban tewas dalam serangan di Westminster, Manchester, dan jembatan London. Pemerintah Inggris lantas menuding media sosial sebagai penyebab lantaran tidak melakukan tindakan cukup untuk melawan kelompok ekstrem.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May bahkan berencana memberikan hukuman bagi perusahaan teknologi yang tidak memiliki perhatian pada penyebaran material terorisme di dunia maya. Sebagai respons dari hal itu, Facebook menyampaikan kebijakan yang diterapkan untuk mencegah penyebaran konten terorisme.

Seperti dikutip dari Wired, Jumat (16/6), Facebook mengaku menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk mencegah penyebaran material ekstrem baik mulai dari grup hingga perpesanan. AI juga digunakan untuk mencocokkan gambar. "Ketika seseorang mencoba mengunggah foto teroris atau video, sistem kami akan langsung mencari kecocokan dengan data foto terorisme yang diketahui," ujar Direktur Manajemen Kebijakan Global Facebook, Monika Bickert.

Jika ada foto terkait terorisme yang diunggah, sistem akan langsung memblokir konten tersebut. Hal itu serupa dengan sistem yang digunakan untuk mencegah penyebaran gambar-gambar pelecehan anak.

Bickert mengaku, AI juga mampu menganalisa unggahan teks yang berkaitan dengan dukungan untuk ISIS, Alqaeda, dan jaringan terorisme lainnya.